Minggu, 25 Oktober 2020

Ini Penjelasannya Mengapa Smartphone Harus Dilaporkan Ke Pajak

Ini Penjelasannya Mengapa Smartphone Harus Dilaporkan Ke Pajak

Smartphone termasuk harta yang wajib dilaporkan ke pajak. (*)

Jakarta, Swamedium.com – Dalam sepekan ini, publik heboh dengan kabar smartphone termasuk harta yang harus dimasukkan di SPT Pajak. Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Ken Dwijugiasteadi, wajib pajak (WP) wajib melaporkan semua harta miliknya, berapapun nilai hartanya dan tidak perlu khawatir dikenai pajak.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menjelaskan bahwa semua harta yang dimiliki wajib untuk dilaporkan baik itu nilainya mahal atau tidak. Seperti smartphone yang saat ini menjadi perbincangan juga wajib dilaporkan.

Ditjen Pajak menegaskan, hanya wajib dilaporkan, bukan semuanya dibayar pajaknya.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Ken Dwijugiasteadi mengatakan, untuk smartphone yang nilainya sangat mahal atau mencapai Rp15 juta maka termasuk harta dan itu wajib dilaporkan. Tapi bukan berarti dipajaki lagi karena saat membeli smartphone tersebut sudah dikenakan pajak oleh Produsen.

“Itu kan harta. Pada prinsipnya, kalau harta harus dilaporin lah, kan handphone ada yang Rp15 juta. Belajar tertib saja. Gini-gini, sebenarnya kalian beli handphone sudah ada PPN-nya, tapi uang untuk beli handphone ini dari penghasilan, dilaporin saja enggak apa-apa,” ungkap Ken di DPR RI yang dikutip media baru-baru ini.

Menurut Ken, tidak ada batasan harga untuk harta yang harus dilaporkan. Termasuk smartphone yang dibeli tidak masalah jika dilaporkan. Dia menghimbau agar masyarakat tidak perlu takut akan dikenakan pajak, karena pajak dikenakan pada WP yang memiliki penghasilan di atas Rp4,5 juta.

“Enggak apa-apa, laporin aja. Tidak harus (mahal), nanti kalau dilaporin penghasilan di bawah Rp4,5 juta juga enggak bayar lagi,” jelasnya.

Namun, dia mengatakan barang yang dilaporkan akan dimasukkan menjadi aset karena akan dihitung oleh pajak bisa membeli aset sebanyak itu, artinya penghasilannya tinggi. Maka yang ditanya adalah uangnya sudah di laporkan atau belum.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.