Sabtu, 17 Oktober 2020

Kasus Ibu Gendong Bayi Meninggal, KPAI Desak Perbaikan Sistem JKN

Kasus Ibu Gendong Bayi Meninggal, KPAI Desak Perbaikan Sistem JKN

Foto: Ilustrasi KPAI (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melihat bahwa perbaikan sistem Kesehatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) semakin perlu ditinjau ulang untuk perbaikan/revisi.

Kasus Ibu yang menggendong bayinya yang wafat setelah menjalani operasi di sebuah RS di Bandar Lampung dan harus pulang dengan menggunakan fasilitas angkot, adalah salah satu contoh masih terdapat bolong/lubang dalam keberpihakan UU JKN pada rakyat kecil.

“Jika merujuk pada tata kelola penanganan pasien BPJS maka memang tidak ada kewajiban BPJS untuk mengcover biaya pemulangan pasien yang meninggal di RS setelah mendapat penanganan kesehatan, namun hal ini tidak berarti serta merta keluarga pasien yang tidak mampu harus mengupayakan sendiri kepulangan keluarganya yang wafat,” kata Komisioner KPAI Bidang Kesehatan dan Napza, Sitti Hikmawatty melalui rilisnya, Jumat (22/9).

Sitti menilai, pada kasus ini diperlukan kebijakan pemerintah yakni Pemda setempat untuk memberikan dukungan pada RS terkait dukungan dana atau anggaran yang tidak atau belum tercover dalam DJSN. Dia mengambil contoh, Pemprov DKI yang telah mengalokasikan sejumlah anggaran untuk menyediakan fasilitas ambulans yang tidak dicover oleh pelayanan BPJS.

Karena itu, pihaknya mendesak segera dilakukan perbaikan pada sistem JKN.

“Meski banyak menyangkut hal-hal teknis dalam pelayanan kesehatan, namun karena terkait dengan kebijakan penggunaan anggaran, Perubahan tentang JKN mungkin tidak hanya pada tataran Peraturan Presiden (Perpres) namun bisa juga pada tataran undang-undang,” tandas Sitti.

Apapun itu, lanjutnya, dukungan negara pada upaya perlindungan anak dalam bidang kesehatan sudah merupakan suatu keniscayaan.

“Hal ini sesuai Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak yang merupakan ratifikasi dari Konvensi Hak Anak dunia,” pungkasnya. (*/ls)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.