Minggu, 25 Oktober 2020

PCC Beredar Luas di Jabar, Dinkes Kota/Kabupaten Harus Bertindak

PCC Beredar Luas di Jabar, Dinkes Kota/Kabupaten Harus Bertindak

Foto: Wakil Ketua DPRD Jabar Haris Yuliana. (Ariesmen/swamedium)

Bandung, Swamedium.com – Ditemukannya 4 ton bahan baku pembuat obat paracetamol caffeine carisoprodol (PCC) di Kota Cimahi, Jawa Barat, membuat warga resah. Mengingat penyebaran obat mematikan tersebut sangat cepat, awalnya beredar di Provinsi Sulawesi Tenggara dan kini sudah sampai di Cimahi, Bogor dan Sukabumi.

“Obat yang seharusnya ditebus dengan resep dokter tersebut. Ternyata begitu mudah dibeli. Apalagi, kabar yang beredar pembelinya sebahagian besar anak muda. Dan dikonsumsi hanya untuk mabuk mabukan, ” kata Wakil Ketua DPRD Jabar Haris Yuliana kepada wartawan, Jumat (22/9).

Oleh karenanya Haris, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat dan Dinkes Kota atau Kabupaten se-Jabar bertindak agar bisa memperketat peredaran obat-obatan mematikan tersebut.

“Pemerintah harus meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap peredaran obat tersebut. Termasuk obat-obat lainnya yang dapat disalahgunakan dan berbahaya bagi pemakainya,” pinta Haris.

Haris juga mengatakan, agar tidak semakin banyak generasi muda menjadi korban keganasan obat PCC tersebut, Dinkes harus memeriksa kembali legalitas peredaran obat-obat tersebut karena berdasarkan sejumlah informasi, PCC dan jenis obat patennya seperti Somadril sudah ditarik oleh BPOM dan dilarang peredarannya di Indonesia sejak beberapa tahun lalu. Penarikan ini akibat obat tersebut sering disalahgunakan dan memiliki banyak efek samping.

“Perhatikan juga perdagangan online, karena bisa saja beredarnya lewat online. Pemerintah harus tingkatkan kemampuan pengawasan di perangkat teknologi informasi. Kita bersama masyarakat harus mengawasi peredaran dan penyalahgunaan obat ini,” tandasnya. (Ris).

Foto :
Wakil Ketua DPRD Jabar Haris Yuliana

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.