Minggu, 25 Oktober 2020

Pemerintah Akan Lelang Blok Migas East Kalimantan

Pemerintah Akan Lelang Blok Migas East Kalimantan

Foto: Ilustras (ist)

Jakarta, Swamedium.com – PT Pertamina (Persero) menolak untuk mengelola Blok Migas Wilayah Kerja (WK) Blok East Kalimantan karena dinilai tidak ekonomis. Akibatnya, pemerintah memutuskan untuk melelang kembali blok migas yang saat ini masih dikelola oleh Chevron Indonesia Company hingga tahun 2018 itu.

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, mengatakan, Pertamina telah mengembalikan status pengelolaan Blok East Kalimantan ke Pemerintah. Sehingga mau tidak mau pemerintah akan melelang blok migas tersebut.

“Pengertian saya Pertamina akan mengembalikan, akan langsung dilelang,” tuturnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (22/9) yang dirilis detik.com.

Sebelumnya, Vice President Upstream Business Growth Pertamina Andi Wisnu mengatakan, salah satu pertimbangan tidak jadi mengelola blok tersebut adalah keekonomian. “Itu kebijakan portofolio perusahaan yang sudah diputuskan oleh Direksi,” kata dia.

Pertamina memang sudah meminta waktu kepada pemerintah untuk menghitung ulang keekonomian Blok East Kalimantan. Direktur Utama Pertamina Elia Massa manik pernah mengatakan yang membuat Blok East Kalimantan tidak ekonomis adalah kewajiban dana pemulihan tambang (Abandonment Site Restoration/ASR).

Masa kontrak Blok East Kalimantan sendiri akan habis pada 2018. Pemerintah pun dikejar target waktu untuk mencari pihak yang ingin menggarap agar WK tersebut tidak menganggur.

“Secepatnya, enggak ada waktu kita untuk tidak melelang secepatnya. Di sana tetap bekerja kan masih sampai tahun depan,” jelas Arcandra.

Arcandra mengatakan, saat ini sudah ada beberapa perusahaan migas yang menyatakan ketertarikannya. Namun, pemerintah akan mengkaji terlebih dahulu.

“Ini tentu tergantung nanti bagaimana detailnya. Ini sedang kami tunggu, secepatnya akan kita lelang,” kata Arcandra.

Tekan Biaya ASR

Kementerian ESDM tengah mencari cara untuk menekan biaya rehabilitas lahan tambang atau dana Abandonment and Site Restoration (ASR). Sebab dana tersebut dianggap menjadi masalah ketika perusahaan ingin mengelola blok migas terminasi.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.