Senin, 19 Oktober 2020

Terlibat Sejumlah Kasus Korupsi, Suara Golkar Diprediksi akan Merosot

Terlibat Sejumlah Kasus Korupsi, Suara Golkar Diprediksi akan Merosot

Foto: Ketua DPR RI Setya Novanto. (ist)

Pontianak, Swamedum.com – Elektabilitas Partai Golkar diprediksi turun drastis, seiring dengan berbagai kasus korupsi yang terjadi pada kadernya. Hingga September 2017, sebanyak tujuh kader Golkar dari pusat hingga daerah, ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam berbagai peristiwa operasi tangkap tangan (OTT), dan kasus lainnya.

Mengenai hal tersebut, Sekretaris DPD Partai Golkar Kalbar, Prabasa Ananta Toer menanggapi singkat.

“Untuk partai yang kuat, Partai Golkar sudah pengalaman (ujian tersebut),” ujarnya kepada wartawan pada Selasa (19/9) lalu.

Bagi anggota legislatif Kalbar ini, terhadap kader Golkar yang bermasalah dengan hukum, partainya menyerahkan sepenuhnya ke pihak berwenang. Namun, dalam proses hukum, tentu saja partai akan terus mengawal.

“Kader Golkar yang bermasalah, diselesaikan sesuai dengan proses hukum yang berlaku. Dan apabila diperlukan, disiapkan bantuan hukum dari partai dalam menangani kader yang bersangkutan,” katanya.

Ia menegaskan, menghadapi Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019, Golkar Kalbar seolah tak ingin larut dengan masalah tersebut. Golkar berupaya menguatkan basis partai, dan melakukan berbagai persiapan jelang pesta demokrasi daerah dan pusat.

“Tetap menjalankan konsolidasi partai sampai di tingkat desa. Dan ini terus berjalan sampai saat sekarang. Sambil menyosialisasikan calon gubernur, bupati dan walikota,” tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Golkar, Akbar Tanjung khawatir status tersangka yang disandang Setnov, bisa membuat Golkar tak bisa meraih kursi DPR pada Pemilu Legislatif 2019.

Elektabilitas partai berlogo beringin itu pada Mei lalu melorot di angka 7,1 persen atau separuh dari hasil Pemilu 2014 sebesar 14,1 persen.

“Yang paling saya takutkan adalah penurunannya sampai pada level yang di bawah parliamentary threshold 4 persen. Kalau di bawah itu artinya Golkar tidak punya wakil dan Golkar itu tidak ada,” kata Akbar.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.