Minggu, 25 Oktober 2020

Ungkap Jaringan Peredaran PCC, Polisi Temukan 4 Ton Bahan Baku

Ungkap Jaringan Peredaran PCC, Polisi Temukan 4 Ton Bahan Baku

Foto: Gudang PCC yang berhasil digerebek di Surabaya. (Ari/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan peredaran obat Paracetamol Caffeine Corisoprodol (PCC) yang meresahkan masyarakat Indonesia belakangan ini.

Dari hasil pengungkapan tersebut, pihaknya berhasil menyita bahan baku pembuatan PCC seberat 4 ton beserta alat produksinya sebagai barang bukti.

Pihak kepolisan berhasil melakukan pengungkapan di tiga kota yaitu, Cimahi Bandung,Surabaya,Baturaden Purwokerto. Dari hasil pengungkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan 4 tersangka SAS(23), WY(38),LKW(43),BP(46) dan juga menyita jutaan obat PCC.

Direktur Tindak Pidana Narkoba, Brigjen Eko Daniyanto mengatakan, Dari Cimahi polisi berhasil menemukan bahan baku sebanyak 4 ton, jika dicetak akan menjadi 8 juta butir PCC, di Surabaya ditemukan 35 ribu butir pil jenis carnophen, di Baturaden Purwokerto ada 152ribu butir PCC.

“tanggal 12 September 2017, penyidik menangkap seorang pria bernama SAS di Rawamangun, Jakarta Timur, penyidik menemukan sebanyak 19.000 butir pil PCC. Dari sinilah kita langsung bergerak pada tanggal 16 September kita kembangkan, dari keterangan tersangka ada gudang di Cimahi lala ada di Sumedang pabrik besar yang baru dibangun di Purwokerto Baturaden. Tim langsung kesana,” ucap Eko dalam konferensi persnya, Jumat (22/9).

Lebih lanjut Eko menambahkan, berdasarkan informasi sementara dari para tersangka, produksi pil PCC sudah mereka lakukan sejak dua tahun terakhir. Dan Kota-kota besar yang ada di Indonesia menjadi sasaran distribusi para tersangka dalam mengedarkan barang haram tersebut.

“Terakhir, kami dapatkan informasi tadi pagi, Kota Ambon adalah salah satu kota yang menjadi sasaran distribusi pil ini,” ucap Eko.

Adapun Keempat tersangka akan dikenakan Pasal 197 subsider Pasal 1906 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.