Senin, 26 Oktober 2020

Wacana Gubernur DKI Dipilih DPRD, Suatu Kemunduran Demokrasi

Wacana Gubernur DKI Dipilih DPRD, Suatu Kemunduran Demokrasi

Foto: pengosongan isi kotak suara di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara (foto: dipo/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Adanya wacana yang dilontarkan Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat terkait mekanisme Gubernur DKI yang dipilih DPRD atau tidak dipilih langsung, dinilai sebagai suatu kemunduran oleh anggota DPRD Gerindra DKI Jakarta Syarif. Dia menolak wacana itu karena pemikiran itu adalah bentuk kemunduran dalam kehidupan berdemokrasi.

“Itu kemunduran demokrasi dong, sudah capek kita menata dan mengembangkan demokrasi selama 19 tahun,” kata dia, Kamis (21/9) kemarin.

Syarif menuturkan, alasan Djarot yang menyebut faktor kegaduhan tidak substantif dan mendasar. Dia menyebut tak ada kegaduhan dalam Pilkada DKI Jakarta yang berlangsung beberapa waktu lalu. Yang terjadi hanyalah perbedaan pilihan dan merupakan hal yang wajar.

Adapun, kata Syarif, ketatnya kontestasi Pilkada DKI 2017 adalah bagian dari pendidikan demokrasi. Sekretaris Tim Kampanye Anies-Sandi itu menilai, tak ada kegaduhan selama pilgub DKI beberapa waktu lalu.

“Yang ada hanya perbedaan pilihan saja, kompetisi. Kalau kompetisi keras wajar saja,” ujar Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta itu.

Sebelumnya, Djarot melontarkan wacana revisi UU Nomor 29 Tahun 2017 tentang DKI Jakarta. Mantan wali kota Blitar ini mengusulkan revisi terkait pemilihan gubernur untuk dikembalikan ke DPRD. Dia menilai, one man one vote tidak berarti harus pemilihan secara langsung.

Djarot mengatakan, pemilihan gubernur DKI secara langsung sangat rawan gaduh. Selain itu, kekhawatiran terjadinya gesekan di akar rumput juga menjadi pertimbangan. Djarot menganggap, pemilihan gubernur DKI oleh DPRD bisa meminimalisir potensi-potensi buruk tersebut.

“Maka dari itu, apakah tidak mungkin kepala daerah cukup dari DPRD dan diajukan lewat presiden. Nanti wagub pilih sendiri supaya klop,” ujar dia di Balai Kota, Rabu (20/9) lalu. (*/ls)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.