Kamis, 22 Oktober 2020

Warga Diminta Jauhi Kawah Gunung Agung

Warga Diminta Jauhi Kawah Gunung Agung

Foto: Aktivitas Gunung Agung meningkat tajam, warga diminta jauhi kawah. (ist)

Karangasem, Swamedium.com – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunung Agung mencatat adanya aktivitas Gunung Agung yang makin meningkat. Periode pengamatan Jumat (22/9) pukul 06.00 hingga 12.00 WITA, tercatat 230 kali gempa. Sebelumya pada pukul 00.00 hingga 06.00 WITA, hanya terjadi 190 kali gempa.

Untuk periode pengamatan pukul 06.00-12.00 WITA, kegempaan vulkanik dangkal terjadi sebanyak 22 kali dengan durasi 6-11 detik. Sementara vulkanik dalam terjadi 176 kali berdurasi 7-35 detik, dan gempa tektonik lokal sebanyak 32 kali berdurasi 36-89 detik.

Dari pos pengamatan PVBMG, terjadi 3 kali gempa pada skala II MMI. Hingga kini, secara kesimpulan status Gunung Agung masih berada di level III siaga.

Pada Kamis (21/9) warga Karangasem sempat merasakan getaran gempa yang cukup keras sehingga banyak yang berhamburan keluar. Akhirnya warga memutuskan untuk mengungsi.

Dengan kondisi seperti ini, PVMBG tetap memberikan rekomendasi yang sama seperti sebelumnya, bahwa masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki, baik pengunjung dan wisatawan, diimbau agar tidak melakukan aktivitas, tidak melakukan pendakian, dan tidak berkemah di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area, dalam radius 6 km dari kawah puncak. Atau, pada elevasi di atas 950 m dari permukaan laut dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara, Tenggara dan Selatan-Barat daya sejauh 7,5 km.

Secara visual, Gunung Agung jelas hingga kabut 0-III dan asap kawah tidak teramati. Status Gunung Agung meningkat dari level II menjadi level III sejak Senin, 18 September 2017. Sejak itu, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri menyatakan Kabupaten Karangasem selama 14 hari dilaksanakan Tanggap Darurat Bencana, dari 18 September hingga 1 Oktober 2017. (*/ls)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.