Rabu, 21 Oktober 2020

Hak Belum Dipenuhi, Eks Karyawan Sevel Akan Demo Selasa

Hak Belum Dipenuhi, Eks Karyawan Sevel Akan Demo Selasa

Podjok Halal Siap Beli gerai eks Sevel. (*/konfrontasi)

Jakarta, Swamedium.com – Penutupan gerai ritel modern 7-eleven (Sevel) yang bangkrut masih menyisakan masalah. Ribuan mantan karyawan Sevel akan menggelar aksi demo pada Selasa (26/9) untuk menuntut pemenuhan hak-hak karyawan mulai dari gaji hingga pesangon yang belum dibayar.

Ternyata, PT Modern Sevel Indonesia (MSI) sebagai pemilik di sini belum menyelesaikan masalah pembayaran gaji dan pesangon, serta tunjangan hari raya (THR) kepada mantan karyawan.

Ketua Serikat Pekerja Modern Putra Indonesia, Sumarsono mengatakan, anak usaha dari PT Modern Internasional Tbk (MDRN) ini bahkan belum memberikan kejelasan atau membicarakan terkait pesangon.

“Kami akan melakukan aksi menuntut pesangon, sisa THR, uang transportasi, sisa gaji, dan pengembalian BPJS yang telah dipotong payroll,” kata Sumarsono, Jumat (22/9) yang dikutip CNNIndonesia.

Rencananya, aksi itu akan dilakukan oleh mantan karyawan Sevel itu pada Selasa (26/9) . Dia mengatakan, perusahaan baru melunasi gaji karyawan hingga Juni 2017. Kemudian, untuk beberapa karyawan yang bekerja hingga bulan Juli 2017 baru dibayar 50 persen.

“Kemudian karyawan yang sampai Agustus 2017, yang masih kerja itu belum dibayar. Jadi ada yang kerja sampai akhir Juli, ada juga yang sampai akhir Agustus,” ucap Sumarsono.

Sebelumnya, Direktur Operasional MSI Ivan Budiman mengatakan, pihaknya bakal menawarkan mantan karyawan 7-Eleven ke peritel lain. Pada Juli lalu, ia menyebut telah ada 300 karyawan yang masuk dalam proses peralihan ke minimarket lain.

Sementara, total karyawan yang terkena dampak atas penutupan gerai 7-Eleven berjumlah sekitar 1.200-1.300 orang. Manajemen MSI sendiri berjanji akan memenuhi kewajiban pembayaran pesangon dan THR kepada mantan karyawannya.

Mengalihkan Karyawan

Sumarsono pun mengaku telah mendengar ide dari MSI untuk mengalihkan karyawan 7-Eleven ke minimarket lain. Hanya saja, ia menyebut banyak yang tidak diterima di minimarket lain.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.