Sabtu, 24 Oktober 2020

Kasus Ini Lebih Dulu dari First Travel, Polisi Ogah Tangani

Kasus Ini Lebih Dulu dari First Travel, Polisi Ogah Tangani

Foto: Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, Kasus biro umroh Kafilah Rindu Kabah lebih dulu dari First Travel dan korbannya lebih banyak. (Iqlima/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Sebanyak 3.065 laporan dari calon jamaah umroh biro perjalanan Kafilah Rindu Ka’bah (KRK) masuk ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Mereka mengaku tidak mendapat perhatian kepolisian terkait dugaan tindak pidana yang dilakukan pemilik KRK.

Akibat dari hal tersebut, ribuan jamaah gagal berangkat ke tanah suci, mereka menuntut kepolisian memberi perlindungan hukum, namun sayangnya sejumlah laporan yang diajukan mangkrak begitu saja.

“Justru kami pada tanggal berapa kemarin sudah melaporkan kepada Bareskrim. Itu laporan ulang dan meminta ulang ke proses yang lebih lanjut dari masalah ini. Karena dari pengaduan-pengaduan yang masuk, semua meminta agar ada (penyelidikan dugaan) tindak pidana dari polisi sebagaimana biro umroh lain,” kata Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mewakili para jamaah di Kantor YLKI, Jakarta, Jumat (22/9).

Mereka mengaku telah melakukan laporan sejak dua tahun yang lalu. Jauh sebelum kasus serupa, First Travel mencuat.

“Desember 2015. Sampai hari ini sudah 2 tahun lebihan. Kasus ini lebih dulu dibanding First Travel dan korbannya lebih banyak,” kata Tulus.

Tulus mengatakan akan melapor kepada Kompolnas jika dalam waktu dekat polisi tidak menggubris laporannya.

“Saya kira kita lihat dalam seminggu, dua minggu ini ada respon baik dari kepolisian atau tidak kalau tidak kami akan mendampingi jamaah ke kompolnas karena sekali lagi polisi tidak melakukan tugas profesionalnya terkait masalah ini. Ini ada apa?,” pungkas Tulus. (Ima)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.