Minggu, 25 Oktober 2020

Lagi-lagi Investasi Bodong, OJK Kembali Tutup Lima Perusahaan

Lagi-lagi Investasi Bodong, OJK Kembali Tutup Lima Perusahaan

OJK kembali tutup lima perusahaan investasi bodong. (*/indopos)

Jakarta, Swamedium.com – Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan lima badan usaha yang melakukan kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi tanpa izin. Masyarakat diimbau tidak tergiur janji iming-iming keuntungan tinggi, sehingga lalai dengan risiko investasinya.

Terhitung sejak Januari – September 2017, Satgas Waspada Investasi telah menghentikan kegiatan usaha 48 entitas. Dari penghentian kegiatan tersebut, terdapat satu entitas yang telah mendapatkan izin usaha yaitu PT Pansaky Berdikari Bersama/ 4Jovem. Berdasarkan izin usaha yang dimiliki, kegiatan usahanya adalah melakukan penjualan langsung untuk produk “Jovem Glueberry dan Green Shake”.

“Satgas Waspada Investasi meminta kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dalam menggunakan dananya. Jangan sampai tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tinggi tanpa melihat risiko yang akan diterima,” kata Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam Lumban Tobing dalam keterangannya, di Jakarta, Sabtu (23/9) yang dirilis Viva.co.id.

Yang terbaru, Satgas Waspada Investasi telah memanggil lima entitas untuk menjelaskan legalitas dan kegiatan usahanya. Dari pemanggilan tersebut, Koperasi Karya Putra Alam Semesta/Invesment Management Consortium, Smart Banking Exchance/ PT Solarcity Kapital Indonesia, dan PT Istana Bintang Universal hadir dalam rapat tersebut. Sementara itu, untuk PT Papan Agung Solution dan PT Global Ventura Pratama tidak hadir dalam rapat bersama OJK.

Koperasi Karya Putra Alam Semesta/ Invesment Management Consortium telah menyatakan menghentikan kegiatannya yang menggunakan skema pelunasan utang nasabah dengan hanya membayar 60% dari jumlah utang yang dimiliki. Hal tersebut dilakukan, karena kegiatan tersebut tidak sesuai dengan kegiatan perkoperasian.

“Sedangkan Invesment Management Consortium, menghentikan kegiatan investasi berupa penawaran program penyelamatan dan penyelesaian refund member PT Compact Sejahtera Group/ Compact500/ILC yang menawarkan imbal hasil 25% dari modal yang ditanamkan,” jelas dia.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.