Minggu, 25 Oktober 2020

Pembakaran Desa-desa Rohingya Masih Terus Terjadi

Pembakaran Desa-desa Rohingya Masih Terus Terjadi

Foto: Kondisi desa Rohingya Hpar Wat Chaung sebelum di bakar (16 September) dan setelah dibakar (22 September). (Amnesty International)

Yangon, Swamedium.com – Bertolak belakang dengan pernyataan Aung San Suu Kyi yang menyatakan sudah tidak ada operasi militer di Rakhine sejak 5 September lalu, lembaga hak asasi manusia internasional, Amnesty International (AI), mengantongi bukti terbaru yang menunjukkan pembakaran terhadap desa-desa Rohingya masih terjadi.

AI menilai tiga video baru yang diambil di dalam negara bagian Rakhine, Myanmar Utara, baru-baru ini memperlihatkan asap besar yang terlihat dari desa Rohingya, yang salah satunya sudah kosong ditinggal warganya. Begitu pula citra satelit menunjukkan asap yang terlihat di atas struktur permukaan tanah yang sudah terbakar.

Sementara salah sumber lokal di Rakhine mengklaim, kebakaran tersebut dimulai oleh anggota pasukan keamanan Myanmar dan kelompok main hakim sendiri setempat. Seorang penduduk setempat mengatakan kepada AI bahwa Polisi Penjaga Perbatasan Myanmar dan kelompok main hakim sendiri memulai pembakaran pada sore hari, dan ada operasi pembakaran lebih lanjut di malam hari.

“Bukti yang memberatkan dari darat dan dari udara muncul di hadapan pernyataan Aung San Suu Kyi kepada dunia bahwa apa yang dia sebut operasi pembersihan militer di Negara Bagian Rakhine berakhir pada tanggal 5 September,” kata Direktur Penanggulangan Krisis Amnesty International, Tirana Hassan seperti dikutip Sindonews.

Dilansir AI, citra dan video satelit yang terbaru ini datang setelah minggu lalu, AI merilis bukti sebuah kampanye pembasmian berskala bumi hangus berskala besar di seluruh Negara Bagian Rakhine. Pasukan Myanmar dan gerombolan keamanan negara bagian telah membakar habis seluruh desa Rohingya dan menembak orang secara acak saat mereka mencoba melarikan diri.

Kekerasan tersebut merupakan bagian dari tanggapan yang tidak sah dan tidak proporsional terhadap serangan terkoordinasi terhadap pos keamanan oleh kelompok bersenjata Rohingya pada tanggal 25 Agustus lalu.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.