Sabtu, 24 Oktober 2020

Soal Biaya Isi Ulang E-money, YLKI Minta BI Tidak Paksa Bank

Soal Biaya Isi Ulang E-money, YLKI Minta BI Tidak Paksa Bank

YLKI minta BI tidak paksa bank pungut biaya isi ulang e-money. (nael)

Jakarta, Swamedium.com – Meski Bank Indonesia (BI) telah menerbitkan aturan biaya isi ulang kartu elektronik (e-money), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) tetap meminta BI tidak mewajibkan bank untuk menarik biaya isi ulang e-money atau membebaskan perbankan mau memungut biaya atau tidak.

Jadi kalau ada bank yang tidak memungut biaya isi ulang e-money boleh saja. Sebab, aturan tersebut diharapkan YLKI hanya menetapkan batas tarif tertinggi, bukan pemaksaan bank harus menarik biaya.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyarankan BI tidak memaksakan perbankan menarik biaya isi ulang kartu uang elektronik sebagaimana direncanakan sebelumnya. Mnurut dia, akan lebih kompetitif bila dibebaskan dari kewajiban membayar tersebut.

“Saran paling riil adalah jangan mewajibkan bank untuk menarik biaya isi ulang. Menetapkan tarif tertinggi boleh, tetapi jangan memaksa harus menarik biaya,” kata Tulus di Jakarta, Jumat (22/9) yang dikutip republika.

Seperti diketahui, BI akhirnya memutuskan isi ulang uang elektronik atau e-money kurang dari Rp 200 ribu tidak dikenai biaya alias gratis jika isi ulangnya dilakukan pada kanal milik bank penerbit kartu (on us) seperti kantor cabang, anjungan tunai mandiri (ATM), dan mobile banking.

Jika nilai isi ulangnya lebih dari Rp 200 ribu, bank berhak mengenakan biaya tambahan maksimal Rp 750 per sekali isi ulang. Sementara itu, untuk Top Up Off Us, yaitu pengisian ulang yang dilakukan melalui kanal pembayaran milik penerbit kartu yang berbeda/mitra, dapat dikenakan biaya maksimal sebesar Rp 1.500.

Menurut Tulus, perbankan akan lebih kompetitif dalam melayani konsumen bila dibebaskan dari kewajiban menarik biaya isi ulang. Meski dia mengakui, aturan tentang biaya isi ulang bisa menertibkan pihak-pihak yang selama ini menarik biaya tinggi untuk isi ulang.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.