Minggu, 18 Oktober 2020

YLKI Desak Negara Beri Keadilan bagi Korban Penipuan Biro Umroh

YLKI Desak Negara Beri Keadilan bagi Korban Penipuan Biro Umroh

Foto: Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, Kasus biro umroh Kafilah Rindu Kabah lebih dulu dari First Travel dan korbannya lebih banyak. (Iqlima/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Pasca dibentuknya Crisis Center korban penipuan First Travel, masyarakat yang melapor terus bertambah dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

Di sisi lain, hal ini juga akan membuka Kotak Pandora atas praktek gelap pengelolaan umroh di mana diduga banyak biro perjalanan lain yang dilaporkan konsumennya dengan tuduhan yang serupa dengan First Travel.

Salah satu biro perjalanan yang diadukan adalah Kafilah Rindu Ka’bah atau PT Asyifa Wisata Mandiri yang diduga menelantarkan 3000-an konsumennya.

“17 hari yang lalu tepatnya tanggal 5 September 2017 YLKI mendampingi jamaah dan agen untuk melapor sekaligus menanyakan tindak lanjut atas laporan yang telah lebih dulu dilakukan menurut data YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) sedikitnya ada 4 laporan kepolisian yang sudah dilakukan baik melalui Bareskrim Mabes Polri Ditreskrimsus Polda Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Selatan,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus, di Jakarta, Jumat (22/9).

Menurut informasi yang dimiliki YLKI dari 4 laporan tersebut hanya 2 laporan atas nama Hisyam Amar ma’ruf yang ditangani Bareskrim Mabes Polri dan laporan atas nama Satria Kurniawan Pamungkas yang ditindaklanjuti Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

“Namun alangkah kecewanya hingga saat ini laporan tersebut belum mampu menghadirkan tersangka saudara Ali Zainal Abidin untuk duduk di kursi pesakitan tercatat menurut SP2HP yang diterima kedua kasus tersebut hingga saat ini masih berstatus P19 atau butuh perbaikan meskipun kasus sudah memasuki tahun kedua,” terang Tulus.

Lanjut Tulus, pendekatan persuasif dan koordinatif yang dilakukan konsumen dan YLKI guna mendorong tim penyidik dan jaksa penuntut umum untuk segera melakukan penuntutan pun belum menemui titik terang.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.