Minggu, 25 Oktober 2020

YLKI Nilai Kemenag Lemah Tangani Biro Umroh

YLKI Nilai Kemenag Lemah Tangani Biro Umroh

Foto: Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi (Iqlima/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai Kementerian Agama (Kemenag) lamban dalam menghadapi kasus biro perjalanan. Sampai saat ini YLKI telah menerima 3.065 laporan dan terus bertambah, hal tersebut menandakan adanya ketidakseriusan Kemenag dalam melindungi masyarakat.

“Kami sudah cek bahwa orang intern Kementerian Agama pun memberikan informasi kepada saya Kemenag memang sangat lemah terhadap pengawasan alasannya adalah sumber daya manusia yang sangat minim. Ini kan tidak ada alasan, kalau mengeluarkan izin sebanyak itu ya harus pengawasan juga kuat, jangan izin jor joran tapi pengawasan mandul dan kemudian tidak bisa mengawasi biro-biro umroh yang melakukan penipuan seperti First Travel ataupun Kafilah Rindu Kabah dengan sistem ponzi,” kata Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi di Kantor YLKI, Jakarta, Jumat (22/9).

YLKI meminta kepada Kemenag untuk melakukan evaluasi sekaligus pendataan ulang perizinan seluruh biro perjalanan umroh.

“Secara general Kementerian Agama harus mulai melakukan tindakan mengupdate perizinan biro umroh yang ada saat ini jumlahnya 750an tolong mengupdate lagi apakah mereka masih aktif atau tidak atau masih ada pengaduan-pengaduan pelanggaran calon jamaah atau tidak agar tidak terjadi korban lebih banyak,” kata Tulus.

Total kerugian yang diterima jamaah mencapai Rp 50 Miliar dari 6 biro yang diadukan ke YLKI. Jumlah terbesar ada pada First Travel, Kafilah Rindu Kabah, dan Hanin Tour.

Tak hanya itu, calon jamaah juga mengadukan penyelewengan yang dilakukan biro perjalanan kecil. Selain itu masih banyak juga pengaduan yang masuk walaupun tidak detail. Pengaduan tersbesar berasal dari Jabodetabek dan kota-kota besar seperti Surabaya, Jambi, dan Padang. (Ima)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.