Minggu, 25 Oktober 2020

Yusril: Umat Islam Harus Miliki Kekuatan Politik untuk Pertahankan NKRI

Yusril: Umat Islam Harus Miliki Kekuatan Politik untuk Pertahankan NKRI

Foto: Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra dalam Diskusi Kebangsaan, 100 Tokoh Jabar bersama Yusril Ihza Mahendra. (ist)

Bandung, Swamedium.com — Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengatakan bahwa Umat Islam Indonesia harus membangun kekuatan politik untuk membela bangsa dan negara dari setiap upaya infiltrasi untuk melemahkannya.

“Negara berdasar Pancasila adalah negara yang sejalan dengan ajaran-ajaran Islam, sehingga umat Islam harus berada di barisan terdepan dalam membela dan membangun bangsa,” kata Yusril dalam acara Dialog 100 Tokoh Jawa Barat dengan Yusril Ihza Mahendra di Hotel Grand Asrilla, Bandung, Kamis (21/9) lalu.

Foto: Diskusi 100 Tokoh Jabar bersama Yusril Ihza Mahendra. (ist)

Dalam acara yang diadakan oleh Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat itu, hadir belasan Guru Besar berbagai perguruan tinggi, ulama, cendekiawan dan aktivis pergerakan Islam itu, Yusril
juga menekankan pentingnya Umat Islam mempunyai kekuatan politik yanh nyata agar mampu mengarahkan perjalanan bangsa dan negara ke arah yang lebih baik di masa depan.

“Jika umat Islam acuh tak acuh kepada politik Islam, bahkan mendukung kekuatan politik sekular apalagi berhaluan kiri atau liberal, maka cita-cita para pendiri bangsa untuk membangun negara berdasarkan Pancasila akan makin jauh,” ujar Yusril.

“Sekularisme dapat menenggelamkan Pancasila. Liberalisme akan menyebabkan tergadainya bangsa dan negara kepada kekuatan asing. Apalagi Komunisme. Faham Komunis akan membuat Pancasila hancur-lebur,” lanjutnya.

Fpto: Sebagian tokoh yang hadir berfoto bersama Yusril Ihza Mahendra. (ist)

Islam, menurut Yusril,
mengajarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan persatuan, mengedepankan asas kerakyatan dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap urusan, dan bercita-cita untuk menegakkan tatanan masyarakat yang berkeadilan sosial.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.