Minggu, 25 Oktober 2020

34.931 Warga Sekitar Gunung Agung Mengungsi di 238 Titik

34.931 Warga Sekitar Gunung Agung Mengungsi di 238 Titik

Foto: Aktivitas Gunung Agung meningkat tajam, warga diminta jauhi kawah. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Jumlah pengungsi terus bertambah seiring dengan laporan yang masuk ke Pusdalops BPBD Provinsi Bali dari berbagai titik pengungsian. Data sementara jumlah pengungsi sekitar Gunung Agung per Minggu (24/9/2017) pukul 12.00 Wita tercatat 34.931 jiwa.

Pengungsi tersebar di 238 titik pengungsian yang tersebar di 7 kabupaten di Bali. Diperkirakan jumlah pengungsi ini akan terus bertambah karena belum semua pengungsi terdaftar. Bahkan ada sebagian masyarakat yang mengungsi keluar Pulau Bali.

“Pendataan terus dilakukan oleh Pusdalops BPBD Provinsi Bali selaku institusi yang berwenang mengeluarkan data pengungsi secara resmi,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui rilisnya, Ahad (24/9).

Sebaran dari 34.931 jiwa pengungsi yang tersebar di 238 titik pengungsian adalah di Kabupaten Badung 3 titik (328 jiwa), Kabupaten Bangli 23 titik (2.883 jiwa), Kabupaten Buleleng 13 titik (4.649 jiwa), Kabupaten Denpasar 5 titik (297 jiwa), Kabupaten Giayar 12 titik (161 jiwa), Kabupaten Karangasem 81 titik (15.129 jiwa), dan Kabupaten Klungkung 101 titik (11.484 jiwa).

Sutopo menuturkan, banyaknya titik pengungsian yang menyebar menyebabkan kendala dalam distribusi bantuan logistik. Bahkan, kata Sutopo, banyak titik pengungsian yang hanya berisi kurang dari 10 jiwa pengungsi.

“Gubernur Bali telah memerintahkan agar pengungsi yang sedikit jumlahnya dapat dijadikan satu di satu tempat dengan jumlah sekitar 200 jiwa per titik pengungsian nantinya,” ujar Sutopo.

Dia juga menjelaskan, jumlah pengungsi sering berubah. Dikatakan Sutopo, pada siang hari sebagian warga kembali ke rumah untuk memberikan makan ternaknya. Namun, pada sore atau malam, pengungsi kembali ke tempat pengungsian lagi. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.