Minggu, 25 Oktober 2020

Soal Senjata Ilegal, Gerindra: Waspadai Adu Domba Instansi Negara

Soal Senjata Ilegal, Gerindra: Waspadai Adu Domba Instansi Negara

Foto: Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. (dpr.go.id)

Jakarta, Swamedium.com — Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Sufmi Ahmad Dasco mengatakan, isu impor senjata ilegal harus disikapi baik-baik dan pengusutan terhadap kabar yang menggegerkan publik itu harus dilakukan dengan kepala dingin agar terhindar dari intrik-intrik politik.

Dasco mengingatakan, di satu sisi, tidak boleh ada yang paranoid bahwa isu tersebut digoreng untuk memperburuk citra pemerintah namun di sisi lain harus diwaspadai adanya pihak-pihak yang ingin mengadu domba antar instansi negara.

“Sebelum ada keterangan yang jelas dari Panglima TNI soal institusi mana yang pernah berencana mengimpor senjata, baiknya kita semua tidak berasumsi. Masalah ini adalah masalah hukum, jadi kita hanya boleh memberikan penilaian berdasarkan bukti-bukti dan fakta hukum,” tutur Dasco dalam siaran tertulis yang diterima Swamedium.com, Ahad (24/9).

Dasco juga menegaskan adanya spekulasi yang menyebut institusi yang dimaksud Panglima TNI adalah Badan Intelijen Negara (BIN) adalah sangat tidak berdasar.

“Sangat tidak berdasar. Kita tahu berdasarkan tugas dan wewenang di bidang intelejen, tidak ada kepentingan BIN untuk mengimpor senjata dengan jumlah begitu besar,” tegasnya.

Menurut Dasco, jika mengacu pada fungsi intelejen, BIN bertugas mengumpulkan informasi berdasarkan fakta untuk mendeteksi dan melakukan peringatan dini dalam rangka pencegahan, penangkalan, dan penanggulangan setiap ancaman terhadap keamanan nasional.

“Jika mengacu pada tugas dan wewenang tersebut, sepertinya sudah jelas yang dimaksud Panglima TNI bukan BIN,” tuturnya. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.