Minggu, 25 Oktober 2020

Asyari Usman: Pernyataan Panglima TNI Dianulir, Bukan Dikoreksi

Asyari Usman: Pernyataan Panglima TNI Dianulir, Bukan Dikoreksi

Foto: Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. (Nael/swamedium)

Oleh: Asyari Usman*

Jakarta, Swamedium.com — Drama 5.000 pucuk senjata telah terjelaskan dengan runtun dan tegas oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Anda telah mengatakan sesuatu yang sangat berbahaya sesuai dengan data intelijen A1 yang Anda miliki. Yaitu, data yang Anda yakini kebenarannya.

Bahwa ada upaya untuk memiliki ribuan pucuk senjata secara ilegal oleh institusi di luar TNI dan Polri. Bahwa pesanan senjata tsb, menurut infomasi A1 itu, mencatut nama Presiden Joko Widodo.

Pak Jenderal, Anda telah melaksanakan tugas Anda sebagai “the Commander in Charge”, sebagai Panglima operasional, yang mengemban kewajiban dan hak untuk menjaga keamanan seluruh rakyat. Meskipun penjelasan Anda itu kemudian bagaikan dianulir oleh “the Commander in Chief”, Panglima Tertinggi, melalui Menko Polhukam Jenderal (Purn) Wiranto.

Dalam silsilah kekomandoan militer di Indonesia, tentu saja Anda harus menghormati langkah yang diambil oleh “Commander in Chief”. Panglima Tertinggi, melalui Menko Polhukam, mengatakan bahwa tidak ada pemesanan senjata ilegal oleh institusi di luar TNI-Polri. Penjelasan Panglima Tertinggi itu wajib Anda terima tanpa syarat. Unconditional, non-negotiable.

Tetapi, sebagai “Commander in Charge”, semua orang sepakat bahwa Anda bisa mendeteksi ancaman terhadap bangsa dan negara. Anda dilengkapi dengan berbagai organ yang diperlukan, dan Anda telah memaksimalkan operasi satuan-satuan tersebut. Artinya, ketika Anda sebut “informasi A1”, semua pihak harus meyakininya sampai ada koreksian di kemudian hari.

Klarifikasi yang disampaikan oleh Menko Wiranto itu secara gamblang “menganulir” informasi A1 yang Anda ungkapkan. Harap diingat, “menganulir” tidak sama dengan “mengoreksi”. Seumpama di lapangan bola, gol Anda bisa saja dianulir, dianggap tidak ada, oleh wasit meskipun gol itu bersih, tanpa pelanggaran. Panglima Tertinggi berhak menganulir bawahannya.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.