Minggu, 25 Oktober 2020

Berdayakan Perekonomian Rakyat, Pemprov Jatim Gandeng Karang Taruna

Berdayakan Perekonomian Rakyat, Pemprov Jatim Gandeng Karang Taruna

Foto: Wagub Jatim Drs Saifullah Yusuf Hadiri Pengukuhan dan Pelantikan Forum Pengurus Karang Taruna Prov.Jatim 2017 sd 2022 di Gedung Cak durasim Surabaya. (Triwahyudi Ari/swamedium)

Surabaya, Swamedium.com — Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf minta Karang Taruna (Kartar) fokus dalam memberdayakan ekonomi masyarakat.

“Kartar harus menjadi bagian bersama pemerintah untuk meningkatkan peran sertanya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat baik di perkotaan maupun pedesaan,” pesannya saat mengukuhkan dan melantik Forum Pengurus Karang Taruna Prov. Jatim massa Bhakti 2017-2022 di Taman Budaya, Senin (25/9).

Ia mengatakan, bahwa kartar telah berbuat dan berkontribusi nyata bagi pemerintah. Kartar juga telah membuktikan diri berperan aktif menciptakan lapangan pekerjaan baru sehingga pemberdayaan ekonomi di Jatim terus menggeliat, meningkat dan produktif.

“Saya bangga, karang taruna hari ini mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru. Jadi karang taruna sekarang harus menciptakan lapangan pekerjaan bukan mencari pekerjaan. Saya minta pengurus kartar yang baru ini mampu fokus dalam memberdayakan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Gus Ipul sapaan akrabnya menjelaskan, bahwa kartar di Jatim memiliki jumlah anggota yang tersebar di berbagai lini baik di perkotaan hingga pedesaan. Bahkan, banyak dari anggotanya telah memiliki usaha seperti UMKM yang telah terbukti menjadi penopang perekonomian Jatim.

Menurutnya, UMKM di Jatim merupakan sektor yang mampu bertahan dari krisis ekonomi. UMKM pula yang menyumbang sekaligus berkontribusi besar bagi pemberdayaan ekonomi di daerah.

Lebih lanjut disampaikannya, UMKM juga yang turut menciptakan pekerjaan baru dibandingkan dengan perusahaan besar. UMKM meskipun kecil namun jumlahnya banyak. Jika disatukan, akan jadi kekuatan dalam penciptaan lapangan pekerjaan.

“Jumlah penyerapan lapangan pekerjaan melalui UMKM ini, lebih banyak dibandingkan dengan perusahaan besar yang lebih menginvestasikan usahanya melalui teknologi sehingga penerimaan lapangan pekerjaan sangat kurang dan terbatas,” ungkapnya.
(ari)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.