Senin, 26 Oktober 2020

Film G30S/PKI Diputar Lagi, Ini Kata MUI

Film G30S/PKI Diputar Lagi, Ini Kata MUI

Foto: Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Drs. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, MUI mendukung pemutaran kembali film pengkhianatan G30S/PKI, sebab, hal itu dinilai sebagai upaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Indonesia akan bahaya komunisme.

“Pemutaran kembali film penumpasan dan pengkhianatan G30S/PKI bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan kewaspadaan kepada masyarakat khususnya generasi muda terhadap bahaya ideologi komunisme,” kata Zainut seperti dikutip Republika, Senin (25/9).

Dia mengatakan, MUI berharap dengan adanya pemutaran kembali film pengkhianatan G30S/PKI tersebut tidak menimbulkan polemik dan kegaduhan.

“Pemutaran film itu tidak untuk menuduh dan fitnah seakan-akan hal tersebut ditujukan untuk mendiskreditkan kelompok atau pihak tertentu,” jelas Zainut.

Pihaknya menyadari, sekarang ini masih ada sekelompok orang yang tidak senang dengan pemutaran kembali film G30S/PKI dengan alasan film tersebut sarat dengan kepentingan politik Orde Baru saat itu.

“Sementara ada kebutuhan lain yang sangat penting yaitu pemahaman sejarah kepada generasi muda tentang peristiwa pemberontakan dan penghianatan PKI kepada bangsa dan negara yang menimbulkan trauma sejarah bagi perjalanan bangsa,” tutur Zainut.

Menurutnya, pemutaran film G 30 S/PKI masih sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Selain itu, film G 30 S/PKI sebagai film dokumenter sudah memiliki izin dari Lembaga Sensor Film (LSF) dan izin tersebut belum pernah dicabut.

“Jadi sah-sah saja jika ada stasiun televisi nasional atau kelompok masyarakat yang ingin menayangkan kembali film tersebut,” tukas Zainut.

Menurut pandangan MUI, sebagai negara demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dan hak asasi manusia, masyarakat memiliki kebebasan dalam menentukan pilihan.

“Bagi yang ingin menonton tidak dilarang dan bagi yang tidak suka juga dipersilakan. Yang penting bagi kita semua adalah tetap menjaga semangat persatuan, sikap toleransi dan perdamaian sesama anak bangsa,” paparnya.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.