Minggu, 25 Oktober 2020

Kerap OTT Kasus Kecil, KPK Diminta Jangan Lupakan Kasus Besar

Kerap OTT Kasus Kecil, KPK Diminta Jangan Lupakan Kasus Besar

Foto: Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan. (Nael/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Politikus PPP Arsul Sani mengingatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jangan melupakan kasus besar karena kerap menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang nilainya tidak signifikan.

“Silakan saja KPK menggelar OTT, namun jangan sampai justru melupakan kasus kasus korupsi besar yang juga jadi sorotan publik,” katanya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (23/9) lalu.

Menurutnya, sebaiknya KPK fokus untuk menglangani kasus-kasus besar yang menimbulkan dampak yang besar pula. Terlebih lagi, banyak kasus besar yang kini tidak jelas penuntasannya seperti kasus Bank Century, BLBI, Kasus RS Sumber Waras dan banyak kasus lain yang tersangkanya sudah ditetapkan KPK.

Arsul menambahkan, anggaran KPK yang besar harus dibarengi dengan kasus yang mendorong terciptanya efek jera.

“Sesuai rencana kerja KPK, anggaran tiap kasus mulai penyelidikan, penyidikan hingga eksekusi sebesar Rp 440 juta. Angka itu jauh lebih besar daripada Kejaksaan yang hanya Rp 137 juta. Dengan angka yang lebih besar harusnya kasus yang ditangani KPK lebih berbobot,” ungkapnya.

Arsul juga mengkritisi OTT yang makin banyak terjadi sebenarnya bukan memperlihatkan keberhasilan KPK namun justru tindakan itu tidak berdampak pada perubahan sistem pemerintahan yang lebih bersih.

“Setiap tahun OTT makin banyak, artinya tindakan itu tidak berdampak pada lainnya. Perubahan sistem ke arah pemerintahan yang bersih semakin jauh,” imbuhnya.

Asrul menyebutkan, penguatan KPK adalah kebutuhan mutlak dan perlu dilakukan pembenahan dari sisi internal terlebih dahulu di KPK.

Karena itu, pembenahan internal KPK bisa dilakukan dengan adanya komitmen dari KPK untuk menangani kasus secara tuntas tidak pandang bulu sehingga terpenuhi asas kepastian hukum.

“Jangan sampai sudah ditersangkakan namun kemudian tidak ada proses hukum lanjutan,” sindir Arsul. (*/ls)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.