Rabu, 21 Oktober 2020

KNTI: Lewat Reklamasi, Pengusaha Rakus Rampas Laut dari Nelayan

KNTI: Lewat Reklamasi, Pengusaha Rakus Rampas Laut dari Nelayan

Foto: Reklamasi Teluk Jakarta. (Antara)

Jakarta, Swamedium.com — Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menegaskan adanya aktivitas reklamasi yang kini dilakukan di sejumlah daerah adalah bentuk perampasan laut dari akses nelayan tradisional terhadap sumber daya laut.

“Proyek reklamasi di 28 titik wilayah pesisir Indonesia sebagai ‘ocean grabbing’ atau bentuk perampasan laut dari nelayan tradisional oleh para pengusaha yang rakus,” kata Ketua DPP KNTI Marthin Hadiwinata, di Jakarta, Ahad (24/9) kemarin.

Melalui dalih untuk membangun wilayah pesisir yang diklaim telah rusak seperti di Teluk Jakarta, kata Marthin, pengusaha rakus mendapat keuntungan berlipat-lipat dengan proyek yang merusak itu.

“Kami ingatkan, terdapat kajian yang menyatakan berbagai proyek reklamasi terindikasi melanggar peraturan prosedur hukum yang ada, mulai dari perencanan zonasi, perizinan hingga pelaksanaannya menyangkut kajian lingkungan,” tegas Marthin.

Selain itu, KNTI juga menyesalkan terjadinya sejumlah kasus dugaan perampasan tanah di pulau-pulau kecil untuk usaha investasi bisnis pariwisata dan dilakukan dengan cara kriminalisasi terhadap nelayan yang melawan aktivitas tersebut.

Seperti diketahui, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memastikan reklamasi Pulau C, D, dan G di Pantai Utara Jakarta akan dilanjutkan menyusul sejumlah persyaratan yang telah dipenuhi pengembang.

“Minggu lalu kami rapat, jadi Pulau C dan D itu sudah selesai. Semua persyaratan pengembang yang diminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dengan 11 poin sudah dipenuhi. Jadi, tidak ada alasan berlama-lama,” kata Luhut di Jakarta, Rabu (13/9) lalu.

Adapun terkait Pulau G, mantan Menko Polhukam itu menyebut proses finalisasi tengah berlangsung dan diharapkan bisa rampung pekan depan. Dengan demikian, ia mengatakan pembangunan di Pulau G sudah bisa dilanjutkan dalam waktu dekat. (*/ls)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.