Minggu, 25 Oktober 2020

Petani Masih Miskin, Reforma Agraria Jokowi Dinilai Tumpul

Petani Masih Miskin, Reforma Agraria Jokowi Dinilai Tumpul

Foto: Ilustrasi sawah. (nael/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Program reforma agraria yang sudah tiga tahun digulirkan oleh Presiden Joko Widodo dinilai masih tumpul dan belum mampu menyejahterakan petani. Pemerintah baru fokus pada masalah legalitas lahan yang sudah dimiliki rakyat, tapi tidak memberi solusi bagaimana memecahkan ketimpangan atau kemiskinan.

Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika mengatakan, reforma agraria Jokowi masih tumpul dalam mengatasi ketimpangan rakyat kecil, khususnya para petani yang terlihat dari minimnya penguasaan lahan oleh rakyat kecil. Diperkirakan hanya sekitar enam persen dari total lahan di Indonesia yang dikuasai rakyat kecil.

Data KPA mencatat, sekitar 71 persen lahan dikuasai korporasi kehutanan, 16 persen lahan dimiliki oleh korporasi perkebunan skala besar, dan tujuh persen dalam genggaman para konglomerat.

“Bahkan monopoli kekayaan agraria terjadi di hampir semua sektor kehidupan rakyat,” ujar Dewi dalam Konferensi Pers terkait peringatan Hari Tani Nasional 2017, di kantor KPA, Minggu (24/9) yang dikutip Cnnindonesia.

Sementara itu, khusus bagi kalangan petani, rata-rata kepemilikan lahan petani di pedesaan kurang dari 0,5 hektar. Bahkan, cenderung tidak berlahan karena sebagian besar menjadi objek investasi dan bisnis pemerintah dan swasta.

Dampaknya, tingkat kemiskinan di pedesaan meningkat, ditandai dengan jumlah penduduk miskin yang mencapai 17,1 juta penduduk pada Maret 2017 lalu.

Selain itu, tumpulnya reforma agraria dalam memecahkan ketimpangan, juga terlihat dari kian suburnya konflik perebutan lahan antara masyarakat dengan korporasi raksasa. “Perampasan dan kriminalisasi petani justru semakin marak terjadi,” kata Dewi.

Tercatat, sedikitnya ada 702 konflik agraria di atas lahan seluas 1,66 juta hektar yang mengorbankan sekitar 195 ribu kepala keluarga (KK) petani dalam kurun waktu 2015-2016.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.