Minggu, 25 Oktober 2020

KSHUMI Sebut Presiden Bisa ‘Gebuk’ Komunis Pakai Perppu Ormas

KSHUMI Sebut Presiden Bisa ‘Gebuk’ Komunis Pakai Perppu Ormas

Foto: Ketua Eksekutif Nasional Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI) Chandra Purna Irawan, SH, MH. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Ketua Eksekutif Nasional KSHUMI, Chandra Purna Irawan, SH mengatakan seharusnya dengan Perppu nomor 2 tahun 2017, pemerintah bisa mengambil tindakan kepada ormas atau individu yang terang-terangan menyebarkan dan merepresentasikan paham komunis.

“Sebagaimana dalam pasal 59 ayat (4) huruf C Perppu nomor 2 tahun 2017, yang berbunyi “Ormas dilarang, menganut, mengembangkan, serta menyebarkan ajaran atau paham yang bertentangan dengan pancasila,” kata Chandra mengutip pasal 59 ayat 4 huruf C Perppu Ormas dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa (26/9).

Bukan hanya itu, Chandra juga mengutip pasal 82A Perppu nomor 2 tahun 2017 yaitu (1) setiap orang yang menjadi anggota dan/atau pengurus ormas yang dengan sengaja dan secara langsung atau tidak langsung melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 59 ayat (3) huruf a dan huruf b, dan ayat (4) dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Selain itu ayat (2) setiap orang yang menjadi anggota dan/atau pengurus Ormas yang dengan sengaja dan secara langsung atau tidak langsung melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 59 ayat (3) huruf a dan huruf b, dan ayat (4) dipidana dengan pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Selain pidana penjara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang bersangkutan diancam dengan pidana tambahan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan pidana.

“Mendorong pemerintah untuk menindak tegas para penganut ideologi komunis yang secara terang-terangan menyebarkan atau mengomunikasikan kepada publik baik lisan maupun tulisan, ucapan dan aksesoris verbal lainnya,” tegas Chandra.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.