Minggu, 25 Oktober 2020

Miris Warga Terima Beras Berkutu, Bulog: Kami Siap Ganti

Miris Warga Terima Beras Berkutu, Bulog: Kami Siap Ganti

Foto: Ilustrasi beras (swamedium)

Bandung, Swamedium.com – Banyak beras keluarga sejahtera (beras rasta) berkualitas buruk beredar di masyarakat, sehingga menuai protes dari warga miskin. Sebagai penanggungjawab, Perum Bulog menyatakan siap mengganti beras tidak layak konsumsi itu selama 24 jam.

Basirun selaku Kepala divisi penyaluran Perum Bulog Pusat menyebutkan Bulog siap bertanggung jawab atas kualitas buruk beras rasta yang diterima masyarakat. Hal ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab Perum Bulog untuk bisa terus memperbaiki pelayanannya.

“Kami siap mengaanti beras yang tidak layak selama 24 jam,” ujar Basirun saat ditemui di acara Seminar Nasional Membedah Efektifitas Program Beras Sejahtra (Rasta) dan Bantuan Pangan Non Tunai Bagi Warga Miskin di Bandung, Selasa (26/09) yang dikutip Rmol, Jabar. Namun, Basirun tidak menjelaskan cara pengembalian beras rastra yang berkualitas buruk tersebut.

Dia menjelaskan, pihak Bulog menyadari hama kutu beras selama ini menjadi salah satu masalah utama penyebab buruknya kualitas beras rasta.

“Terkait hama (kutu) kami juga menyadari bahwa itu permasalahan Bulog. Setiap satu bulan kita lakukan spreying di gudang beras Bulog. Namun hama itu tetap muncul,” Jelas Basirun.

Seperti diketahui, penyaluran beras untuk masyarakat pra sejahtera (Rasta) yang dulu dikenal raskin hingga 19 September 2017 mencapai 1,77 juta ton dengan target sasaran 14,21 juta rumah tangga miskin di Indonesia.

Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Herman Khaeron mengatakan, Perum Bulog seharusnya bisa meningkatkan jumlah stok berasnya, bukan hanya untuk raskin tapi juga beras nasional.

Dia menjelaskan, selama ini stok beras di Perum Bulog merupakan stok raskin, bukan stok nasional.

Menurut dia, setiap negara memiliki stok nasional sebesar 20 persen, sedangkan Indonesia, di mana yang tercatat selama ini hanya stok raskin sebesar 8 persen jika mencakup rumah tangga sasaran sebesar 14,21 juta.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.