Selasa, 20 Oktober 2020

Respons Menhan soal Polemik Impor 5.000 Senjata

Respons Menhan soal Polemik Impor 5.000 Senjata

Foto: Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengaku mengaku belum tahu soal pengadaan 5.000 senjata oleh institusi yang mencatut nama Presiden Jokowi seperti pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo beberapa waktu lalu.

“Jadi begini, masalah senjata menurut saya tidak ada masalah, pembelian senjata, menjual senjata atau apa pun alutsista harus disetujui Menhan. Untuk TNI, polisi, Bakamla, Kemenkumham, Bea cukai, kehutanan harus melalui Kemhan,” kata Menhan Ryamizard di Kantor Kemenhan RI, Jakarta, Selasa (26/9).

Ryamizard juga mengaku, tak mau menanggapi kontroversi pengadaan 5.000 senjata. Dikatakannya, yang terpenting adalah tidak ada masalah dalam pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) negara.

“Saya sebetulnya malas (berkomentar), karena (pemahaman) datang dari pemikiran masing-masing, padahal yang namanya (pengadaan) senjata, ada aturannya, undang-undangnya,” tukasnya.

Dia menjelaskan, setiap pengadaan alutsista, baik untuk institusi keperluan sipil maupun militer pasti melalui dan harus disetujui Kemenhan.

“Begitu juga soal penjualan alutsista, tidak ada yang tidak melalui persetujuan Kemenhan,” tandasnya. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.