Minggu, 25 Oktober 2020

Tahun Depan, Utang Pemerintah Bakal Tembus Rp 4.000 Triliun

Tahun Depan, Utang Pemerintah Bakal Tembus Rp 4.000 Triliun

Utang pemerintah pusat akan tembus Rp 4.000 triliun di 2018. (nael swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Utang pemerintah pusat akan terus bertambah, bahkan bakal tembus angka Rp 4.000 triliun pada 2018. Ini disebabkan pemerintah dan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI telah sepakat untuk menambah utang Rp 399,19 triliun dalam pembiayaan APBN 2018.

Pada 22 September, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melansir, total utang pemerintah pusat mencapai Rp3.825,79 triliun per akhir Agustus 2017 atau bengkak Rp45 triliun dibandingkan posisi akhir Juli 2017, yaitu Rp3.779,98 triliun.

Jika tahun depan utang ditambah Rp 399, 19 triliun sebagaimana kesepakatan antara pemerintah dan Badan Anggaran DPR, tentu utangnya akan meningkat menjadi Rp 4.179 triliun.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara menyebutkan, berdasarkan hasil kesepakatan pemerintah dan DPR, pembiayaan APBN tahun depan terdiri dari utang sebesar Rp399,19 triliun. Kemudian, sebanyak Rp414,7 triliun akan berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN). Namun, angka ini dikurangi pembayaran cicilan utang sebesar Rp15,5 triliun.

Suahasil menyampaikan, level pembiayaan masih sesuai dengan skema kebijakan fiskal yang ekspansif. Diharapkannya, pembiayaan bisa dialokasikan untuk kegiatan yang lebih produktif. “Ini diarahkan supaya ekonomi terus produktif dan penggunaannya dikelola hati-hati untuk menjaga keseimbangan makroekonomi,” jelas Suahasil di Gedung DPR RI, Senin (25/9), yang dikutip cnnindonesia.com.

Nantinya, porsi utang negara akan dikurangi sebesar Rp66,77 triliun guna membayar utang pembiayaan investasi yang tercatat lebih besar dibanding penarikannya. Angka itu sudah memasukkan komponen penjaminan pemerintah untuk proyek-proyek infrastruktur sebesar Rp1,12 triliun.

Beberapa contoh pembiayaan investasi adalah penanaman modal negara (PMN) untuk PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar Rp3,6 triliun, khususnya untuk pengembangan Light Rail Transit (LRT). Selain itu, penyetoran kepada Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) sebesar Rp35,4 triliun.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.