Minggu, 25 Oktober 2020

BPJT Sebut Aturan Transaksi Non Tunai sudah Proporsional

BPJT Sebut Aturan Transaksi Non Tunai sudah Proporsional

Foto: Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Nurcahyo. (Iqlima/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengklaim aturan transaksi non tunai telah proporsional, karena dinilai dapat menciptakan efisiensi serta mengurangi kemacetan di pintu tol.

Anggota BPJT, Nurcahyo mengatakan pihaknya ingin memberikan pelayanan yang cepat kepada masyarakat salah satunya dengan transaksi non tunai tersebut.

“Peraturan itu sudah proporsional lah, karena kita BPJT terhadap semua operasi jalan tol itu mengutamakan pelayanan kepada masyarakat,” kata Nurcahyo, di Gedung Ombudsman RI, Jakarta, Rabu (27/9).

Baginya, kebijakan Bank Indonesia dalam Gerakan Transaksi Non Tunai (GTNT) sejalan dengan upayanya mengurangi kemacetan di jalan tol.

“Kalau misalkan pakai cash pembayarannya itu, transaksinya ketika mengambil 5 detik, ketika transaksi dengan receh bisa sampai 7 detik, sedangkan kalau cahsless bisa cuma 3 detik jadi kita mengurangi banyak antrian sedangkan kita di Jabodetabek itu hampir semua fasilitas tol sudah melebihi volume kapasitas jalan tol, jadi itu salah satu solusi yang sejalan dengan program BI,” kata Nurcahyo.

Walaupun demikian, Ombudsman tetap menyarankan agar di setiap pintu tol disediakan satu pintu khusus transaksi tunai, hal tersebut mengingat kondisi masyarakat dan juga agar kebijakan tersebut tidak memaksa.

“Kami telaah juga pada prinsipnya ketika di lapangan ada mereka yang menggunakan uang tunai, itu (pintu tol) jangan ditutup sama sekali, tidak diblokir sama sekali untuk masyarakat tetap menggunakan itu,” kata Komisioner Ombudsman Dadan Suparjo Suharmawijaya

“Adapun pilihan masyarakat untuk menggunakan tunai atau non tunai, kita inginnya berdasarkan kesadaran akan kebutuhan efisiensi, bukan atas pemaksaan atau main blokir sama sekali dipaksa non tunai,” imbuhnya. (Ima)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.