Rabu, 28 Oktober 2020

Ombudsman Berharap GTNT juga Akomodatif Masyarakat Kecil

Ombudsman Berharap GTNT juga Akomodatif Masyarakat Kecil

Foto: Komisioner Ombudsman, Dadan Suparjo Suharmawijaya. (Iqlima/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Ombudsman Republik Indonesia berharap Gerakan Transaksi Non Tunai juga memperhatikan unsur afirmatif, bukan hanya menyasar masyarakat luas tetapi masyarakat kecil juga tetap terakomodasi.

“Kita juga ingin bahwa kebijakan ini tidak hanya untuk kepentingan masyarakat banyak tapi juga harus ada unsur afirmatif terhadap masyarakat yang mungkin sebagian kecil tapi harus tetap diakomodasi,” kata Komisioner Ombudsman RI Dadan Suparjo Suharmawijaya, di Gedung Ombudsman, Jakarta, Rabu (27/9).

Dadan mengatakan walaupun gerakan bin tunai ini memiliki manfaat efisiensi, banyak pihak yang mesti disentuh dan menjadi perhatian bersama.

“Memang tadinya ada kesimpulan utuh atas isu ini tetapi ada kesimpulan yang menjadi pandangan bersama dari seluruh yang diundang, memang gerakan non tunai ini dari sisi tujuan efektivitas efisiensi baik, dalam banyak hal memang menjadi concern bersama,” kata Dadan.

Sebelumnya Ombudsman telah memanggil Gubernur Bank Indonesia terkait laporan masyarakat soal pengenaan tarif isi ulang uang elektronik.

Namun setelah melakukan kajian mendalam dan membuat Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), Ombudman menemukan satu pihak lain yang perlu dilakukan pemeriksaan yaitu Kementerian PUPR. Rencananya dalam waktu dekat Ombudsman akan memanggil Menteri PUPR untuk melaporkan LHP-nya. (Ima)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.