Senin, 19 Oktober 2020

PLN Terancam Bangkrut Gara-gara Ikuti Ambisi Presiden

PLN Terancam Bangkrut Gara-gara Ikuti Ambisi Presiden

Foto: Ilustrasi. (Nael/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Mega proyek ambisius pembangunan listrik 35.000 MW yang dicanangkan Presiden Jokowi telah berimbas mengancam kelangsungan usaha PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. Jika proyek listrik itu tidak direvisi, Pengamat Ekonomi Rizal Ramli mengatakan, PLN bisa bangkrut.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan ancaman kebangkrutan PLN jika tarif tenaga listrik (TTL) tak mengalami kenaikan. Penyebabnya, PLN memiliki banyak utang baik dari perbankan, obligasi ataupun lembaga keuangan internasional untuk membiayai program 35.000 Megawatt (MW).

Sementara, pertumbuhan kas bersih operasi tidak mendukung untuk melunasi kewajiban korporasi.
“Kemenkeu dalamn tiga tahun terakhir harus mengajukan permintaan waiver kepada peminjam sebagai dampak terlanggarnya kewajiban pemenuhan covenant PLN,” ujar Sri Mulyani dalam keterangannya, Rabu (27/9) yang dikutip merdeka.com.

Pengamat ekonomi sekaligus mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli tiga tahun lalu saat masih menjabat pernah meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero) untuk merevisi target pembangunan proyek listrik 35.000 MW menjadi 16.167 MW.

Menurutnya, jika ngotot proyek tersebut digenjot maka PLN bakal mengalami kebangkrutan. Revisi dilakukan setelah adanya kajian bahwa beban puncak bakal mencapai 74.525 MW pada 2019. Jika dipaksakan merealisasikan 35.000 MW maka akan terjadi kelebihan kapasitas listrik 21.331 MW. Kelebihan itu harus dibayar PLN dan akhirnya membebani keuangan perseroan.

Dalam perhitungan Rizal, proyek 35.000 MW itu idealnya direalisasikan selama 10 tahun. Tidak bisa dipaksakan cuma 5 tahun saja.

“Setelah dievaluasi yang betul-betul, mungkin harus selesai 16.167 MW. Yang lainnya bisa masuk tahap berikutnya (lima tahun berikutnya),” tegas dia. (*/maida)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.