Minggu, 25 Oktober 2020

Tolak Klaim Nasabah, Dua Pimpinan Allianz Indonesia Jadi Tersangka

Tolak Klaim Nasabah, Dua Pimpinan Allianz Indonesia Jadi Tersangka

Foto: ilustrasi (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Dua pimpinan PT Asuransi Allianz Life Indonesia resmi dijadikan tersangka oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya. Kedua pimpinan Allianz itu adalah Presiden Direktur Joachim Wessling dan Manajer Claim Yuliana Firmansyah.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pelanggaran Undang-Undang tentang Perlindungan Konsumen.

“Betul (sudah tersangka). Nanti saya lagi lihat rencana sidiknya ya,” ujar Direktur Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Adi Deriyan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (27/9).

Kuasa hukum pihak pelapor atau korban, Alvin Lim mengatakan, kliennya Ifranus Algadri melaporkan kedua pimpinan Allianz Indonesia itu karena dirinya telah dipersulit saat mengajukan klaim asuransi. Disebutkan dalam proses klaim itu, Allianz selalu meminta catatan medis pasien agar dana asuransi bisa dicairkan.

Padahal, kata Alvin, sesuai aturan Permenkes Nomor 269/Menkes/PER/III/2008 tentang Rekam Medis, rumah sakit tidak diperbolehkan memberikan catatan medis pasien.

“Saat itu pihak Allianz memberikan waktu kepada kliennya dua pekan untuk melengkapi berkas pengajuan klaim,” ungkap Alvin.

Dikatakan Alvin, Allianz mengatakan apabila kliennya tidak bisa memberikan catatan medis, maka klaim tersebut dianggap hangus.

“Biasanya penolakan klaim itu perdata. Lalu kenapa ini pidana, karena yang kami permasalahkan bukanlah dibayar atau tidak dibayarnya sebuah klaim, tetapi bagaimana dia memproses klaim tersebut, ada unsur tipu daya,” jelasnya.

Untuk diketahui, laporan terhadap dua pimpinan Allianz itu teregister dalam nomor LP/1645/IV/2017/Dit Reskrimsus tertanggal 3 April 2017 tentang dugaan tindak pidana di bidang perlindungan konsumen dan Laporan Polisi Nomor: LP/1932/IV/2017/PMJ/Dit. Reskrimsus tanggal 18 April 2017. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.