Selasa, 20 Oktober 2020

Ini Klarifikasi Menteri ESDM Soal Kondisi Keuangan PLN

Ini Klarifikasi Menteri ESDM Soal Kondisi Keuangan PLN

Foto. Pemerintah mendorong masyarakat boros energi dan boros listrik melalui program menaikkan daya listrik. (nael)

Jakarta, Swamedium.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Manajemen PT PLN (Persero) mengatakan, kondisi keuangan PLN aman meski nilai utang tahun ini mencapai Rp 58 triliun. PLN dipastikannya tidak akan gagal bayar karena memiliki plafon pinjaman siaga yang setiap saat bisa dicairkan untuk membayar utang.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri ESDM dan Manajemen PLN terkait adanya surat yang dilayangkan oleh Menkeu. Sri Mulyani Indrawati yang mengkhawatirkan kemampuan PLN membayar utang karena pemasukannya hanya dari tarif listrik, sementara tarif tahun ini tidak bisa dinaikkan.

Jonan menegaskan, kondisi keuangan PLN dalam keadaan terkendali. “Kalau kondisi keuangan PLN itu menuju lampu kuning, saya kira Menteri BUMN dan saya akan melaporkan ke Presiden dan Menteri Keuangan. Ini kondisinya aman, terkendali,” kata Jonan, di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (27/9) yang dirilis Antara.co.id.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir menambahkan, kondisi keuangan PLN aman dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Mengenai debt service coverage ratio (DSR ratio) PLN, Sofyan menjelaskan, hal itu biasa dalam dunia korporasi, sehingga tidak ada yang perlu dipermasalahkan.

“Sebetulnya tidak ada yang perlu dikagetkan. Itu hal yang sangat biasa. Di dalam ketentuan kreditur para pemberi pinjaman kadang-kadang suka bilang eh kamu DSR – nya harus sekian, 1,5 kali. Jadi kenapa DSR 1,5 kali? Karena kami punya kewajiban cicilan sama bunga harus didukung oleh 1,5 kali revenue (pendapatan),” ujar Sofyan.

Saat ini, kata Sofyan, PLN mempunyai plafon pinjaman Rp30 triliun yang setiap saat dapat digunakan, termasuk untuk membayar hutang.

“Kami punya plafon 30 sekian triliun buat pinjam. Jadi setiap saat bisa bayar (utang). Kami punya subsidi tagihan tahun tertunda ada sekitar Rp18 triliun dan yang tahun ini bisa Rp51 triliun. Kaya PLN itu,” pungkas Sofyan.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.