Senin, 19 Oktober 2020

Inkowapi Tolak Ritel Modern Jadi Pemasok Warung

Inkowapi Tolak Ritel Modern Jadi Pemasok Warung

Pasar tradisional terancam mati jika ritel modern jadi pemasok warung. (*/wartanasional)

Jakarta, Swamedium.com – Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (Inkowapi) mendesak Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita membatalkan rencananya meminta kepada pihak toko ritel modern untuk menyalurkan barang atau produk ke warung-warung tradisional. Kebijakan itu bakal mematikan pasar tradisional.

“Pemerintah cukup mengawasi harga dengan menentukan harga eceran tertinggi dan terendah, enggak perlu mendorong pemasok,” kata Ketua Inkowapi, Sharmila, di Bellagio Boutique Mall, kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (26/9) yang dirilis merdeka.com.

Sharmila mengatakan hal itu menanggapi pernyataan Mendag Enggartiasto Lukita yang meminta pengusaha ritel modern menyalurkan barang-barang ke warung. Kebijakan ini, menurutnya, untuk membantu warung mendapat akses barang dengan harga terjangkau

Namun, Inkowapi menolak rencana toko ritel modern untuk memasok barang ke warung-warung kecil. Rencana yang digagas Kementerian Perdagangan (Kemendag) ini dianggap bakal mematikan pasar-pasar tradisional yang memasok barang dari distributor kecil.

“Rencana itu akan memutus rantai pasok makanan dan masuk ke warung yang merupakan ujung tombak agen-agen kecil,” ujar dia.

Menurutnya, dampak kooptasi distribusi ritel modern ke warung tradisional akan mengakibatkan capital outflow besar-besaran dari pasar rakyat ke pasar modern. Artinya, modal di pusat semakin terkonsentrasi dan memperlebar ketimpangan ekonomi.

“Selama ini pemberdayaan warung sama toko masyarakat belum optimal dan secara jangka panjang akan menghilangkan keragaman produk di pasaran rakyat,” tutur dia.

Sharmila menambahkan, akan terjadi monopoli pasar oleh beberapa pengusaha ritel besar karena kapasitas jalur distribusinya serta mematikan koperasi-koperasi yang menyelenggarakan ritel sebagai bentuk ekonomi kolektif. (*/maida)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.