Minggu, 18 Oktober 2020

Jamaah First Travel Sampaikan Somasi Terbuka untuk Kemenag

Jamaah First Travel Sampaikan Somasi Terbuka untuk Kemenag

Foto: Calon Jamaah First Travel bertemu Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di Gedung DPR. (Dok. Advokasi Pro Rakyat)

Jakarta, Swamedium.com — Ribuan calon Jamaah First Travel melalui kuasa hukumnya dari Advokat Pro Rakyat menyampaikan somasi terbuka kepada Menteri Agama Lukman Hakim. Somasi terbuka ini disampaikan dalam sela-sela pertemuan ratusan Jamaah dengan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di gedung DPR RI, Kamis (28/9) siang.

“Ini somasi terbuka untuk Menteri Agama. Jika Kementerian Agama (Kemenag) masih merasa tidak bersalah dan tidak mau bertanggungjawab, kami akan menggugat kementerian telah melakukan perbuatan melawan hukum,” kata koordinator tim kuasa hukum calon Jamaah First Travel dari Advokat Pro Rakyat, Riesqi Rahmadiansyah, di Gedung DPR.

Para calon Jamaah memberikan waktu dua pekan kepada Kemenag untuk merespon somasi terbuka ini. Jika tidak ada respon dalam waktu dua pekan, maka dipastikan gugatan akan disampaikan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dalam gugatan, rencananya para Jamaah akan menuntut pertanggungjawaban Kemenag atas kelalaiannya dalam kasus ini.

“Kementerian agama adalah regulator yang membiarkan First Travel melakukan tindakan penggelapan. Mereka sudah tahu ada ketikdakberesan di tubuh First Travel tapi tetap memberikan izin untuk First Travel,” kata Riesqi.

Ade Mustafa, salah satu calon jamaah, mengungkapkan kekecewaannya kepada Kemenag. Dia mengatakan sudah berulangkali menemui Kemenag, namun tidak ada tanggapan positif dari Kementerian Agama.

“Mereka justeru menyalahkan Jemaah. Mereka bilang sudah tahu murah, tidak masuk akal kok masih dipilih,” kata Ade.

Ucapan dari pejabat di Kemenag itu, kata Ade, sangat menyakiti hati Jamaah. Sebab, tidak semestinya Kemenag menyalahkan Jamaah.

“jika saya analogikan, Kemenag adalah institusi yang mengeluarkan halal haram terhadap sebuah daging. Lalu banyak perusahaan yang jualan. Namanya rakyat tentu pilih yang murah dan telah dinyatakan halal. Namun, belakangan kami yang disalahkan, logikanya gimana,” tukas Ade.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.