Minggu, 18 Oktober 2020

Kementerian BUMN Tegaskan LRT Jabodebek Bukan untuk Menyokong Meikarta

Kementerian BUMN Tegaskan LRT Jabodebek Bukan untuk Menyokong Meikarta

Foto: Promosi Meikarta yang 'menjual' proyek Light Rail Transit (LRT). (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Terkait promosi yang dilakukan Lippo Group selaku pengembang megaproyek Meikarta yang kerap ‘menjual’ Light Rail Transit (LRT) sebagai salah satu ‘senjata’ dalam iklannya, Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menegaskan pembangunan kereta ringan dengan rute Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) bukan untuk menyokong Meikarta.

“(Meikarta) tidak ada hubungannya dengan (pembangunan) LRT Jabodebek,” kata Sekretaris Menteri (Sesmen) Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (25/9) lalu.

Imam mengaku, pihaknya tidak memahami mengapa dalam promosi Meikarta menyebutkan lokasi megaproyek milik taipan James Riady itu dekat dengan stasiun LRT. Pasalnya, stasiun LRT paling ujung berlokasi di Bekasi Timur, sangat jauh dari lokasi Meikarta.

Imam juga menegaskan, pemerintah tidak ada rencana untuk membangun stasiun kereta cepat Jakarta-Bandung dekat dengan lokasi Meikarta.

“Saya tidak mengerti kalau mereka mengkaitkan dengan proyek Meikarta, karena tidak ada stasiun di sekitar Meikarta,” kata dia seperti dikutip Katadata.

Imam juga mengatakan, kemungkinan pihak pengembang akan membangun rel LRT untuk kawasan Meikarta sendiri.

“Proyek Meikarta tidak ada hubungannya dengan LRT ini. Saya tidak tahu kalau mereka mau membangun (rel LRT) untuk kompleksnya sendiri,” ujar Imam.

Selain itu, Imam juga memastikan proyek infrastruktur kereta cepat Jakarta-Bandung yang saat ini sedang dalam proses pembangunan, tidak melewati kawasan properti itu.

“Untuk kereta cepat Jakarta Bandung, kami tidak ada plan untuk stasiun Meikarta. Tidak ada stasiun untuk penumpang turun di sekitar Meikarta,” katanya.

Penjelasan pemerintah yang disampaikan Kementerian BUMN itu menjawab pertanyaan salah satu Anggota Badan Anggaran (Banggar) dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Iskandar Dzulkarnain Syaichu yang mensinyalir pembangunan LRT untuk mendukung proyek swasta. Padahal, pembangunannya menggunakan uang negara.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.