Rabu, 21 Oktober 2020

Merasa Dikriminalisasi Bareskrim, Gubernur Papua Sebut Terkait Pilgub 2018

Merasa Dikriminalisasi Bareskrim, Gubernur Papua Sebut Terkait Pilgub 2018

Foto: Gubernur Papua Lukas Enembe. (ist)

Jayapura, Swamedium.com — Gubernur Papua Lukas Enembe menegaskan dirinya merasa tengah dikriminalisasi oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri terkait kasus dana beasiswa mahasiswa Papua di luar negeri. Dia menuding, kriminalisasi itu terkait dengan Pemilihan Gubernur (pilgub) Papua 2018 mendatang.

“Jelas bahwa itu bentuk kriminalisasi, mencari-cari kesalahan saya, tanpa ada bukti dan kaitan dalam kasus bea siswa mahasiswa Papua,” ujarnya di Kantor Gubernur Papua, seperti dikutip Vivanews, Rabu (27/9) kemarin.

“Ini pasti ada kaitan dengan Pilkada Gubernur tahun depan. Menggunakan cara-cara yang tak elegan dan fair,” tambah Lukas.

Dia mengungkapkan bahwa proses pemanggilan dirinya oleh Bareskrim juga tidak memenuhi prosedur yang ada.

“Surat perintah penyidikan keluar tanggal 16 Agustus, karena tanggal 17 libur. Lantas, tanggal 18 Agustus, saya langsung dipanggil untuk dimintai keterangan. Ini kan aneh dan tidak sesuai aturan,” ungkapnya.

Lukas juga menjelaskan bahwa yang mengelola dana beasiswa mahasiswa Papua adalah Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) terkait, karena itu, dia menilai Bareskrim sama sekali tidak memiliki dasar hukum untuk memanggil dirinya.

“Dasar apa saya dipanggil. Mestinya SKPD terkait itu yang dipanggil. Kalau memang ada bukti dan kaitan dengan saya, baru rekomendasikan panggil saya,” tegasnya. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.