Senin, 26 Oktober 2020

Mulai ‘Siuman’, Mahasiswa Bakal Gelar Pertemuan di Jakarta

Mulai ‘Siuman’, Mahasiswa Bakal Gelar Pertemuan di Jakarta

Foto: Aksi menolak Perppu Ormas yang digelar Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (Joko/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mulai ‘siuman’ dari ‘tidur panjang’nya. Mereka berencana bertemu untuk menggelar pertemuan nasional di Jakarta, untuk mengkritisi kinerja pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

Menyambut pertemuan nasional itu, Koordinator Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Rakyat (Ampera) Donny Manurung menyampaikan, pihaknya sedang melakukan konsolidasi internal. Dia mengatakan, selama tiga tahun pe­merintahan Jokowi-JK banyak terjadi ketidaksesuaian janji mereka dengan kinerja yang ada.

“Janji-janji Jokowi dinilai jauh panggang dari api. Ini yang harus kita evaluasi. Mahasiswa sudah cukup lama tertidur di era ini, saatnya bangun dan siuman atas semua kondisi ini,” katanya yang dikutip RMOL, Kamis (28/9).

Ampera yang juga tempat bernaungnya BEM se-Jakarta ini tengah mengagendakan pertemuan mahasiswa pada Sabtu (30/9) mendatang di Universitas Mpu Tantular.

“Untuk konsoli­dasi sekaligus memulai gerakan evaluasi terhadap pemerintahan Jokowi ini,” ujar Ketua BEM Universitas Mpu Tantular ini.

Donny menyebutkan sejumlah per­soalan yang saat ini sedang dihadapi Indonesia sangat jelas di depan mata.

“Mulai dari perlambatan perekonomian masyarakat, keg­aduhan politik dengan dimuncul­kannya isu-isu tak jelas. Itu semua hanya akal-akalan penguasa demi mengalihkan perhatian agar rezim ini tidak dikritisi,” ujarnya.

Dikatakan Donny, dari evaluasi mahasiswa, Jokowi juga dinilai gagal membangun sistem pendidikan yang sesuai amanat Pancasila dan UUD 1945.

“Gagal membangun kesehatan masyarakat, gagal mengatasi kemiskinan dan ketimpangan,” tukasnya.

Bahkan saat ini, kata Donny, merebak isu bahwa penguasa tengah mencoba untuk membungkam suara mahasiswa dengan diada­kannya Jambore Mahaiswa pada Oktober mendatang.

“Kegiatan ini terindikasi untuk mengkanalisasi mahasiswa agar berhenti melakukan gerakan massa pada Oktober menda­tang,” tandasnya.

Untuk itu, lanjut Donny, maha­siswa dan BEM serta masyarakat Indonesia harus bersatu meng­kritisi rezim Jokowi-JK.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.