Minggu, 25 Oktober 2020

Pemerintah Rajin Berutang, Mantan Menkeu Khawatir APBN Bakal Jebol

Pemerintah Rajin Berutang, Mantan Menkeu Khawatir APBN Bakal Jebol

Utang yang terus membengkak bisa menjebol APBN. (*/terasntt.com)

Jakarta, Swamedium.com – Utang pemerintah yang terus bertambah dan akan tembus Rp 4.200 an triliun di 2018, cepat lambat akan membuat Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) jebol. Sebab, presentase kewajiban pembayaran utang akan terus meningkat melampaui daya dukung APBN.

Selain itu, pemerintah dinilai keliru jika berargumentasi bahwa prosentase utang terhadap PDB (Product Domestic Bruto) atau pendapatan domestik bruto sebagai acuan untuk menghitung rasio utang negara masih aman. Rasio utang terhadap PDB yang baru 28% dianggap aman, sehingga masyarakat diminta tidak khawatir soal utang pemerintah yang terus membengkak.

Menurut Mantan Menteri Keuangan era Kabinet Pembangunan VII, Fuad Bawazier, pemerintah tahun ini diperkirakan akan mengeluarkan 35 persen dari total target pendapatan negara dari pajak yakni sebesar Rp1.473 triliun untuk membayar utang.

“Ini (pendapatan pajak) yang untuk membayar utang, bukan PDB. Tidak penting juga berdebat pada PDB, karena 35 persen dari pendapatan perpajakan 2017 yang digunakan untuk memenuhi kewajiban pembayaran tahunan terhadap utang (pokok dan bunganya),” kata Fuad dalam acara diskusi bertajuk ‘Membedah RAPBN TA 2018’, di Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (27/9).

Seperti diketahui, pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati selalu berdalih bahwa utang masih aman sebab rasio utang negara terhadap PDB di Indonesia baru mencapai 28 persen. Alibi tersebut dibantah oleh Fuad yang juga mantan Dirjen Pajak di era Presiden Soeharto.

“Meski rasio utang terhadap PDB di Indonesia baru 28%, tetapi karena tax ratio kita hanya 10,3 persen pada 2016, maka utang merupakan ancaman terhadap kemampuan APBN dalam melakukan pembayarannya baik bunga maupun cicilan pokok utang,” kata Fuad dalam acara diskusi bertajuk ‘Membedah RAPBN TA 2018’, di Komplek Parlemen, Senayan, ditulis Rabu (27/9).

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.