Rabu, 21 Oktober 2020

Pilih Beli Kapal Asing, Rini Sindir Direksi Pertamina

Pilih Beli Kapal Asing, Rini Sindir Direksi Pertamina

Pertamina pesan kapal baru ke perusahaan lokal. (*/maida)

Jakarta, Swamedium.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengapresiasi PT Pertamina (Persero) yang mau memesan kapal baru dari perusahaan lokal setelah tahun-tahun sebelumnya memilih order dari perusahaan di luar negeri. Nilai order pembuatan kapal baru itu sebesar 200 juta dollar AS atau kisaran Rp 2,66 triliun.

Adapun perusahaan lokal yang mendapat order pembuatan kapal baru itu adalah PT Djakarta Lloyd, PT Dok, Perkapalan Surabaya dan PT PAL.

Dalam penandatanganan antara Pertamina dengan perusahaan itu, Menteri BUMN Rini Soemarno sempat menyindir Pertamina yang lebih memilih membangun kapalnya dengan perusahaan di luar negeri dibanding perusahaan lokal.

“Saya tahu, Pertamina banyak order kapal, tapi kok enggak pernah order ke dok-dok kita atau ke Barata,” ujarnya di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (29/9) yang dikutip Okezone.

Rini menyadari, bahwa sebelumnya Pertamina dengan industri galangan kapal pernah mengalami pengalaman yang kurang baik. Di mana ada salah satu direksi perusahaan yang tidak bertanggung jawab dalam kontrak kerjasama Pertamina sebelumnya.

“Tetapi saya minta supaya Pertamina ke depan juga melihat BUMN-BUMN sekarang sudah banyak berubah. Termasuk Pertamina dan tentunya saya harapkan kerjasama ini dapat dilakukan. Saya juga titip, Pertamina kan sudah banyak order kapal, tolong di share kalau ada kebutuhan teknologi yang belum kita miliki,” ujarnya.

Guna tidak mengulangi kesalahan yang sama, Menteri Rini memperingatkan BUMN sektor industri perkapalan untuk fokus dengan proyek ke depan supaya bisa memperbaiki diri.

“Saya terus menekankan bahwa kalau tidak bisa ya kerjasama. Kita perusahaan bukan untuk buat satu, namun 100. Kita bisa kok bikin sendiri, tetapi ada kalanya harus kita kerjasama,”ujarnya. (*/maida)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.