Minggu, 25 Oktober 2020

PLN dan Surat Menkeu yang Beraroma Neolib

PLN dan Surat Menkeu yang Beraroma Neolib

Foto: Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS) Edy Mulyadi. (ist)

Oleh Edy Mulyadi*

Jakarta, Swamedium.com — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) bilang, kondisi keuangan PT PLN (Persero) memasuki zona lampu kuning! Jumlah utang produsen setrum pelat merah tersebut sudah kelewat besar dan mengkhawatirkan. Di sisi lain, pertumbuhan penerimaan dari jualan listrik meleset dari target. Akibatnya, PLN bisa mengalami gagal bayar. Pendek kata, keuangan PLN gawat!

Tentu saja, redaksinya tidak persis begitu. Kalimat persisnya begini; Berdasarkan profil jatuh tempo pinjaman PT PLN, kewajiban pembayaran pokok dan bunga pinjaman PT PLN diproyeksikan terus meningkat di beberapa tahun mendatang. Sementara itu, pertumbuhan penjualan listrik tidak sesuai dengan target dan adanya kebijakan pemerintah untuk meniadakan kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) dapat berpotensi meningkatkan risiko gagal bayar PT PLN.

Paling tidak, antara lain begitulah yang Sri tulis dalam suratnya bernomor 781/MK.08/2017 tertanggal 19 September 2017. Surat resmi berlogo Burung Garuda dengan tulisan Menteri Keuangan Republik Indonesia di bawah Garuda itu sejatinya ditujukan kepada dua koleganya. Masing-masing Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Energi dan Sumber Daya (ESDM) Ignasius Jonan. Tapi apa lacur, surat yang bersifat penting dan segera itu bocor ke publik. Sontak, kegaduhan pun terjadi.

Benarkah kondisi keuangan PLN gawat? Benarkah produsen setrum milik pemerintah itu berpotensi gagal memenuhi kewajiban pembayaran utangnya? Segawat itukah, hingga seorang Menkeu menjadi sangat khawatir dan menulis; dapat berpotensi meningkatkan risiko gagal bayar PT PLN?

Ternyata tidak juga. PLN sama sekali tidak punya masalah dengan keuangan. Direktur Utama dan Direktur Keuangan PLN, masing-masing Sofyan Basir dan Sarwono Sudarto berpendapat lain. Mereka berdua menggelar jumpa pers untuk menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya. Jonan ikut hadir dalam jumpa pers tersebut.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.