Minggu, 25 Oktober 2020

Sambutan di HUT PWRI ke-55, Aher Curhat

Sambutan di HUT PWRI ke-55, Aher Curhat

Bandung, Swamedium.Com – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan curhat saat memberi sambutan dalam peringatan Hari Jadi ke-55 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) di Gedung Sate, Jl Diponegoro, Bandung, Jumat (29/9).

“Karena menjadi anggota PWRI ini syaratnya, tegas. Yang bisa menjadi angota PWRI hanya ASN, Aparatur Sipil Negara yang bukan ASN tidak. Kalau toh boleh, paling hanya jadi Anggota Kehormatan. Jadi saya, boleh jadi anggota kehormatan, barangkali,” kata Aher, panggilan akrab untuk Ahmad Heryawan, yang langsung disambut tepuk tangan oleh para hadirin.

Dijelaskan Aher, sebagai pensiunan ASN harus bersyukur hidup di negara yang bernama Republik Indonesia. Sebab, kehidupan ketatanegaraan di Indonesia baik.

Maksudnya, kata Aher, setelah menyelesaikan pengabdiannya negara tidak lepas tangan atas jasa dan pengabdian para ASN.

“Karena sistem ketatanegaraan Indonesia baik, pensiunan tetap diperhatikan dengan baik dan diberi uang pensiun,” ujarnya.

Pada saat yang sama, tambah Aher, sistem sosial Indonesia juga tidak kalah baiknya, dengan sistem ketatanegaraan Indonesia. Ini semua tentunya harus disukuri oleh para ASN, yang telah pensiun, sebab tidak semua negara punya sistem sosial yang sangat baik seperti di Indonesia ini.

Diterangkan Aher, di Eropa anak pantas di sebut anak kalau belum berusia 18 tahun, setelah berulang tahun ke 18 lebih pantas disebut orang dewasa.

“Setelah usia 18 tahun, orangtua memberikan pilihan kepada Anak. Anak masih boleh tinggal di rumah orangtuanya tetapi biaya hidup si anak sudah tidak ditanggung orangtua lagi,” ujar Aher.

Hal itu juga akan berlaku bagi orangtua yang sudah memasuki masa pensiun, anak akan memberikan pilihan kepada orangtua. Mau tetap tinggal di rumah atau di antar ke panti jompo.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.