Minggu, 25 Oktober 2020

Anggota DPR Minta Polisi Beri Penjelasan Soal Impor Senjata SAGL

Anggota DPR Minta Polisi Beri Penjelasan Soal Impor Senjata SAGL

Foto: Senjata yang tertahan di Bea Cukai ditujukan untuk korps Brimob

Jakarta, Swamedium.com – Anggota Komisi III DPR RI Muhammad Toha meminta pihak kepolisian menjelaskan ratusan pucuk senjata jenis Arsenal Stand-Alone Grenade Launcher yang saat ini disita oleh Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta.

“Perlu penjelasan dari pihak terkait, Apalagi beberapa pihak terkait adalah institusi penegak hukum, maka tentu harus memberi teladan ketaatan pada hukum,” kata Toha saat berbincang dengan Swamedium.com, Sabtu (30/9).

Toha pun meminta jika impor senjata yang dilakukan tersebut menyalahi prosedur, maka kejadian tersebut perlu diusut tuntas.

“Kalau menyalahi prosedur impor dan prosedur lainnya perlu diusut,” jelasnya.

Sebelumnya diketahui pihak bea Cukai bandara Soetta menyita ratusan senjata yang Di Impor oleh PT. Mustika Duta Mas dan akan Distribusikan Ke Korps Brimob Polri.

PT MDM melakukan impor tersebut dengan menggunakan Pesawat Charter model Antonov AN-12 TB dengan Maskapai Ukraine Air Alliance UKL-4024 dengan data pengirim ; Arsenal JSCO 100 Rozova Dolina STR, 6100 Kazanlak Bulgaria. Adapun data barang sbb ;

1. Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) Kal 40 x 46mm sebanyak 280 pucuk. Dikemas dalam 28 box (10 pucuk/box), dengan berat total 2.212 kg.

2. Amunition Castior 40mm, 40x 46mm round RLV-HEFJ with high explosive fragmentation Jump Grenade, dikemas dalam 70 box (84 butir/box) dan 1 box (52 butir), total 5.932 butir (71 box) dengan berat 2.829 kg. (Dng)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.