Senin, 26 Oktober 2020

Drama Setya Novanto, Melecehkan Hukum dan Akal Sehat

Drama Setya Novanto, Melecehkan Hukum dan Akal Sehat

Foto: Asyari Usman. (ist)

Oleh: Asyari Usman

Jakarta, Swamedium.com — Norma-norma untuk menghormati putusan pengadilan menjadi tercemar oleh putusan Hakim Cepi Iskandar, kemarin (29/9/2017), yang membersihkan Setya Novanto dari skandal e-KTP. Untuk sementara ini, dia tidak lagi berstatus tersangka sebagai konsekuensi dari putusan Pak Hakim.

Mohon maaf, mual rasanya melihat ketua umum Golkar ini bakal senyam-senyum di depan kamera sambil mengantongi putusan Pak Hakim yang kini membuat dia tampil sebagai orang bersih. Sungguh tidak bisa diterima. Episode yang sangat meneghina akal sehat. Adegan yang hanya setara dengan melumuri wajah rakyat Indonesia dengan kot***n binatang haram.

Kemenangan Novanto ini adalah penghinaan di siang bolong terhadap intelektualitas manusia. Inilah kemenangan yang melecehkan martabat rakyat. Pelecehan yang berlangsung secara terbuka.

Bisa dibayangkan Novanto akan sesumbar lagi untuk kesekian kalinya dan akan menyebut dirinya sakti, tak bisa dijerat hukum. Betul-betul banyolan yang membuat semua orang frustrasi. Sangat menjijikkan.

Mohon maaf juga, sulit bagi saya untuk tidak memberikan perhatian terhadap profesionalisme Hakim Cepi Iskandar. Komisi Yudisial (KY) sangat pantas mempersoalkan proses yang berlangsung sepanjang sidang gugatan praperadilan yang dipimpin oleh Yang Mulia Cepi Iskandar.

KY pantas melakukan investigasi untuk melihat kemungkinan yang dirasakan tidak mungkin. Kalau gugatan praperadilan Novanto itu diumpamakan seperti sebuah akun Facebook, maka sangatlah wajar KY memeriksa Inbox di akun ini untuk melihat apakah ada pesan-pesan “haram” yang masuk ke situ.

Mohon maaf lagi, berat rasanya untuk merelakan orang yang sudah tidak pantas lagi memegang jabatan publik sestrategis dan sesakral kursi ketua DPR RI, untuk terus menyandang sebutan jabatan yang terhormat itu. Alangkah konyolnya kita semua dibuat oleh drama Setya Novanto. Pembodohan publik yang sangat menjengkelkan.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.