Minggu, 25 Oktober 2020

Lulusan Ilmu Komputer yang Tak Bisa Membuat Aplikasi

Lulusan Ilmu Komputer yang Tak Bisa Membuat Aplikasi

Foto : Muhammad Sumyandityo Noor (Didiet Noor) dok. pribadi

*oleh Muhammad Sumyandityo Noor (Didiet Noor)

Jakarta, Swamedium.com — Sehabis polemik tahun lalu di milis kampus yang saya tidak bisa sebutkan namanya. Hari ini saya ternyata mengalaminya sendiri. Saya menemukan seseorang yang sedang mengerjakan tugas akhir yang membuat aplikasi penjadwalan dengan penguasaan fundamental pemrogramannya sangat lemah. Padahal dia lulusnya di jurusan yang sama dengan saya.

Menariknya orang ini bukan seseorang yang buta kode pemograman sama sekali seperti yang pernah diceritakan teman saya di sini. Dia salah satu juara dari olimpiade komputer, mengerti algoritma, dan tau cara membuat program secara prosedural tetapi pemahaman fundamental programmingnya sangat lemah. Nampaknya kemampuan dia terjebak hanya pada kemampuan masa lomba saja dan tidak berkembang setelah mengikuti lomba.

Adapun bila saya uraikan menjadi sebagai berikut.

  1. Bisa membuat program, tetapi kodenya sangat berantakan, dan penamaan variabelnya khas penamaan variabel jawaban soal lomba algoritma: x, y, z. Padahal untuk menyimpan permintaan dan respon menggunakan HTTP.
  2. Dasar pemrograman berbasis objek secara abstrak juga sangat lemah pemahamannya. Padahal saat ini hampir semua bahasa pemrograman dan kerangka kerja (framework) dibuat dengan paradigman pemrograman berorientasi objek.
  3. Karena dasarnya sangat lemah, dia tidak mau mengeksplorasi dengan hal-hal yang dipakai di industri seperti design pattern, arsitektur dan sebagainya. Apalagi dengan prinsip seperti SOLID atau bahkan pemrograman fungsional.
  4. Merasa tidak bisa memrogram, tetapi ingin mendapatkan pekerjaan yang sedang laris saat ini, contohnya: sebagai pengembang aplikasi gawai; Sehingga dia membuat skripsi tentang aplikasi penjadwalan sederhana untuk platform Android.
  5. Sayangnya, walaupun alasannya karena banyak belajar teori, pengetahuannya tentang komunikasi data dan protokol jaringan juga sangat minim. Dia bahkan tidak tahu kalau suatu alamat tidak harus mengembalikan halaman HTML, tetapi bisa menjadi JSON dan banyak lagi yang lain.
Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.