Sabtu, 04 Desember 2021

Senjata Impor Tiba di Bandara, Warganet Mulai Percaya Pernyataan Panglima?

Senjata Impor Tiba di Bandara, Warganet Mulai Percaya Pernyataan Panglima?

Foto: Foto yang beredar di Twitter. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Jagad dunia maya kembali geger. Hari ini, Sabtu (30/9) beredar pesan berantai di aplikasi percakapan jejaring sosial Whatsapp soal kedatangan senjata api impor dengan menggunakan maskapai penerbangan Ukraina yang saat ini masih dalam kondisi segel pihak Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta.

Banner Iklan Swamedium

Publik tentu masih ingat soal impor senjata ilegal yang disebut oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat silaturahim bersama para purnawirawan TNI di Mabes TNI Cilangkap beberapa waktu lalu.

Baca Juga: IPW Minta Polri Jelaskan Pembelian Senjata yang Tertahan di Bea Cukai

Menanggapi kabar di jejaring Whatsapp ini, warganet pun bereaksi.

“Apa mungkin ini senjata terkirim tanpa sengaja oleh perusahaan Luar Negeri?,” tulis aktivis Muhammadiyah Mustofa Nahrawardaya melalui akun Twitternya @NetizenTofa.

Warganet lainnya mempertanyakan kinerja kepolisian terkait transparansi kebijakannya seraya menyertakan dukungannya kepada Panglima TNI dengan tagar #KamiBersamaPanglima

“Lagi2 POLRI Kurang Transparan…
Mau nya kalian itu apa sih sebenarnya ?? #muak #KamiBersamaPanglima,” tulis @nadianusan017.

Belum lagi, warganet lainnya yang mengatakan bahwa apa yang disampaikan Jenderal Gatot mulai terkuak.

“Akhirnya yg dimaksud panglima perlahan terkuak….,” kata akun @rachmath37 yang menyertakan sertifikat pengguna senjata dan peluru berkop surat Korps Brimob.

“Ternyata pernyataan panglima TNI memang benar2 di dukung fakta valid
5000 senjata api ilegal bukan isu, Tapi fakta!,” tulis akun @OomNanang.

Sebelumnya viral di jejaring percakapan Whatsapp soal kedatangan senjata dari Ukraina. Dalam pesan berantai disebutkan, seorang yang mengaku bernama dr. Zulkifli S Ekomei meminta klarifikasi pihak berwenang terhadap info yang dia terima.

Adapun isi lengkap pesan berantai tersebut adalah sebagai berikut:

Mohon klarifikasi pihak berwenang terhadap info ini, biar jelas, saya, dr.Zulkifli S Ekomei, sebagai warga negara Republik Indonesia pemegang KTP : 3276100105560001, berhak mendapat informasi sesuai UU Keterbukaan Informasi Publik.

Perihal : Impor Senjata Api dan Amunisi yang Di Impor oleh PT. Mustika Duta Mas dan akan Distribusikan Ke Korps Brimob Polri.

I. Fakta-Fakta
Pada hari Jum’at tanggal 29 September 2017 Pukul 23.30 WIB bertempat di Gudang UNEX Area Kargo Bandara Soekarno Hatta Telah tiba impor senjata Api dan Amunisi yang diimpor oleh PT. Mustika Duta Mas yang akan didistribusikan ke Korps Brimob Polri dengan menggunakan Pesawat Charter model Antonov AN-12 TB dengan Maskapai Ukraine Air Alliance UKL-4024, Dapat dilaporkan sbb :

Foto: Foto yang beredar di Whatsapp. (ist)

a. Pesawat charter model Antonov An-12 TB dengan maskapai Ukraine Air Alliance UKL 4024 dengan data pengirim ; Arsenal JSCO 100 Rozova Dolina STR, 6100 Kazanlak Bulgaria, dengan alamat penerima ; Bendahara Pengeluaran Korps Brimob Polri Kesatriaan Amji Antak Kelapa dua Cimanggis, Indonesia. Pesawat tersebut memuat senjata api dan amunisi yang diimpor oleh PT. Mustika Duta Mas untuk didistribusikan ke Korps Brimob Polri.

b. Adapun urutan kegiatan antara lain:
1. Pkl 23.30 WIB Pesawat Landing di Bandara Soekarno Hatta,
2. Pkl 223.45 WIB Unloading barang mulai
3. Pkl 01.25 WIB Unloading barang selesai, barang digeser ke Kargo Unex.

c. Adapun data barang sbb ;

1. Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) Kal 40 x 46mm sebanyak 280 pucuk. Dikemas dalam 28 box (10 pucuk/box), dengan berat total 2.212 kg.

Foto: Foto yang beredar di Whatsapp. (ist)

2. Amunition Castior 40mm, 40x 46mm round RLV-HEFJ with high explosive fragmentation Jump Grenade, dikemas dalam 70 box (84 butir/box) dan 1 box (52 butir), total 5.932 butir (71 box) dengan berat 2.829 kg.

Foto: Foto yang beredar di Twitter. (ist)
Foto: Foto yang beredar di Twitter. (ist)

d. Hingga saat ini rekomendasi Kabais TNI terkait ijin masuk impor barang tersebut belum diterbitkan, meskipun sudah diajukan berdasarkan Surat Dankorps Brimob Polri kepada Kabais TNI Nomor B/2122/IX/2017 tanggal 19 September 2017.

Foto: Foto yang beredar di Twitter. (ist)

e. Pihak Korps Brimob Polri tidak akan mengambil barang tersebut sebelum terbit rekomendasi dari Bais TNI dan Proses Kepabeanan selesai, dan saat ini barang diendapkan di Gudang UNEX Area kargo Bandara Soekarno Hatta menunggu rekomendasi dari Bais TNI.

II. Catatan : Selama kegiatan berjalan tertib dan aman, perkembangan situasi akan dilaporkan pada kesempatan pertama.

(*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

2 Comments

  1. Anonim

    Masih ingat 139 polise perdamaian di tahan di Sudan dlm kasus indikasi penyelundupan senjata… Sekarang ini apa lagi ya… O.. O Kamu ketahuan pacaran lagi.

    Reply
  2. Anonim

    pembelian senpi sesuai dengan prosedur dan menggunakan dana APBN serta menurut gue Bais pembuat isu dan kegaduhan dengan membuat isu pembelian senjata impor

    Reply

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita