Minggu, 18 Oktober 2020

Surati Kemenkeu, Freeport Ada Indikasi Persulit Divestasi Saham

Surati Kemenkeu, Freeport Ada Indikasi Persulit Divestasi Saham

Surat Freeport kepada kemenkeu bocor. Sinyal divestasi 51% saham bakal alot. (*)

Jakarta, Swamedium.com – Surat CEO Freeport McMoRan Inc, Richard Adkerson kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Hadiyanto bocor ke publik. Surat tersebut berisi penolakan Freeport atas kesepakatan divestasi yang dicapai pada 29 Agustus lalu, padahal perusahaan tambang asal AS itu sudah mendapatkan izin operasi hingga 2041.

Dalam surat tertanggal 28 September 2017 itu disampaikan bahwa proposal tersebut tidak sesuai dengan kerangka kesepakatan antara Freeport yang diwakili oleh Richard Adkerson dengan Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati beberapa waktu lalu.

Ada lima poin yang tertulis secara jelas di dalam surat, yaitu soal divestasi saham Freeport, hitungan divestasi saham, mekanisme peralihan saham, hak dari pemerintah dan kemudahan mengakses data.

Saat dikonfirmasi media, Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, Hadiyanto, mengaku hingga saat ini dirinya belum menerima secara resmi surat dari Chief Executive Officer (CEO) Freeport-McMoRan, Richard Adkerson.

“Surat? Saya belum terima suratnya. Ini saya belum terima,” ujar Hadiyanto di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (29/9).

Berikut ini isi surat Freeport sebagaimana dilansir dari Bisnis.com:

Keberatan pertama, divestasi 51% saham Freeport bisa diselesaikan paling lambat tanggal 31 Desember 2018. Adapun, Freeport menyatakan telah sepakat untuk membahas dengan Pemerintah tentang jangka waktu penyelesaian divestasi.

“Freeport telah mengajukan agar langkah divestasi pendahuluan dilaksanakan sesegera mungkin melalui penawaran saham perdana (IPO) dan divestasi secara penuh akan dilakukan dengan cara bertahap dalam periode yang sama berdasarkan peraturan pemerintah,” kata Adkerson dalam surat itu.

Poin kedua, Freeport menolak valuasi atau perhitungan pemerintah. Pemerintah, kata Freeport, melakukan perhitungan saham sebesar 51% hanya berdasar pada hasil kegiatan usaha pertambangan hingga 2021 atau berakhirnya masa Kontrak Karya Freeport.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.