Selasa, 20 Oktober 2020

Tantangan Gubernur baru Jabar versi Mantan Wagub

Tantangan Gubernur baru Jabar versi Mantan Wagub

Foto:Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2003-2008 Nu'man Abdul Hakim(Ariesmen / Swamedium)

Bandung, Swamedium.com – Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2003-2008 Nu’man Abdul Hakim mengatakan tantangan untuk Gubernur baru Jawa Barat, sangat berat. Calon yang sudah digadang-gadang, punya kemampuan tetapi dalam skala kecil, jadi masih perlu pembuktian.

“Siapa pun yang terpilih menjadi Gubernur Jawa Barat ke depan akan memiliki beban sangat berat. Sebab, hasil kerjanya, harus bisa melebihi, paling tidak sama dengan hasil kerja pendahulunya,” kata Nu’man saat ditemui di Gedung Sate, Jl Diponegoro, Bandung, Sabtu (30/9).

Dijelaskan Nu’man, hal tersebut dikatakannya karena Provinsi Jawa Barat selama berada di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Heryawan, mampu mengelola keuangan daerah dengan baik, dibuktikan dengan enam kali raihan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kalau tahun pertama gubernur baru itu, pengelolaan keuangan daerahnya hanya mendapatkan wajar dengan pengecualian (WDP), citranya bisa rusak,” ujarnya.

Tidak hanya itu, dalam pengelolaan pegawai, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) juga telah menetapkan Provinsi Jawa Barat dalam kualifikasi A.

“Jadi, bila gubernur baru tidak bisa mempertahankan, maka citranya juga akan kurang baik,” terang Nu’man.

Disinggung apakah menurut Nu’man kemampuan bacagub yang sudah beredar seperti Deddy Mizwar (Demiz), Ridwan Kamil (Kang Emil) dan Dedi Mulyadi (Demul) bisa diandalkan untuk menggantikan Aher dalam mengelola keuangan dan kepegawaian daerah.

Ketiganya, terang Nu’man, sebetulnya sudah memiliki kapasitas menjadi calon pemimpin baru.

“Mereka punya kapasitas, sebab sudah bisa membuktikan kemampuannya dalam memimpin. Ridwan Kamil di Kota Bandung dan Dedi Mulyadi di Kabupaten Purwakarta. Tetapi sukses di kabupaten/kota belum tentu, bisa sukses juga di provinsi. Tetapi itu modal,” ujarnya.

Yang harus ditekankan kepada Kang Emil dan Demul, kata Nu’man, kesuksesan mereka baru berada dalam tahap kecil, atau setingkat kabupaten/kota bukan provinsi.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.