Minggu, 25 Oktober 2020

APLSI Dukung PLN Agar Tak Pusing Di Proyek 35.000 MW

APLSI Dukung PLN Agar Tak Pusing Di Proyek 35.000 MW

Asosiasi Produsen Listrik akan tambah investasi di proyek listrik 35.000 MW. (nael)

Jakarta, Swamedium.com – Asosiasi Produsen Listrik Seluruh Indonesia (APLSI) sebagai mitra strategis PT PLN (Persero) Tbk akan mendukung pembangunan kelistrikan nasional dalam program 35.000 MW. APLSI memahami investasi diprogram 35.000 MW yang bisa mencapai Rp 1.100 triliun akan sangat membebani jika dipikul sendiri oleh PLN.

Seperti diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani baru-baru ini menyoroti Keuangan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Ada dugaan keuangan perseroan sedang sulit karena besarnya pembayaran pokok dan bunga pinjaman ke depan sehingga target program 35.000 MW perlu direvisi.

Menanggapi hal tersebut, APLSI menyatakan siap memperbesar porsi investasi untuk mempercepat pembangunan kelistrikan nasional dalam program 35.000 MW.

“Sebagai mitra strategis, kita siap mengambil peran lebih besar untuk membantu PLN mempercepat pembangunan kelistrikan nasional, utamanya di program 35.000 MW,” ujar Ketua Harian APLSI, Arthur Simatupang, di Jakarta, Sabtu (30/9) yang dikutip merdeka.

Dia mengatakan, meski ada peringatan dari Kemenkeu soal utang, asosiasi siap berada di belakang PLN memikul beban investasi ke depan. “Justru APLSI sebagai mitra strategis, siap membantu PLN disaat kesulitan seperti saat ini. Kita paham situasi PLN, dan peran swasta justru dibutuhkan saat-saat PLN menghadapi tantangan sekarang ini,” ujar Arthur.

Sejalan dengan Arthur, Sekjen APLSI Priamanaya Djan menyatakan, pihak swasta siap memperbesar portofolio investasi di kelistrikan nasional guna membantu PLN dalam memikul beban investasi di program 35.000 MW. Dia menambahkan, investasi di program 35.000 MW memang sangat besar dan akan sangat membebani jika dipikul sendiri oleh PLN. Utang PLN akan semakin besar.

Saat ini, beban utang jangka panjang PLN mencapai Rp 299 triliun. Pria mengatakan, beban investasi di program 35.000 MW memang sangat berat yakni sekitar Rp 1.100 triliun. Sebab itu, swasta diharapkan dapat menggarap 80 persen, sisanya 20 persen oleh PLN.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.