Rabu, 21 Oktober 2020

Batalkan Status Tersangka Setnov, Geprindo Pertanyakan Kredibilitas Hakim Cepi

Batalkan Status Tersangka Setnov, Geprindo Pertanyakan Kredibilitas Hakim Cepi

Foto: Hakim tunggal Cepi Iskandar (kanan) memimpin sidang praperadilan Setya Novanto di PN Jakarta Selatan, Jakarta. (Antara)

Jakarta, Swamedium.com.— Putusan Hakim praperadilan Cepi Iskandar yang mengabulkan gugatan praperadilan Setya Novanto ibarat akhir drama yang sudah bisa ditebak ujung ceritanya.

Meskipun putusan hakim sangat janggal namun inilah kenyataan pahit buruknya penuntasan kasus korupsi di Indonesia jika sudah melibatkan politisi.

“Saya bahkan berpikir hakim Cepi Iskandar lebih cocok dikatakan sebagai pengacara Setya Novanto daripada dikatakan sebagai seorang Hakim, sebab saya melihat ada tendensi untuk menghambat atau mencari-cari celah kesalahan dari KPK dalam proses penyidikan dan penetapan Setya Novanto menjadi tersangka dalam kasus e-KTP,” kata Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) Bastian P Simanjuntak melalui keterangan tertulisnya yang diterima Swamedium.com, Ahad (1/10).

Bastian menilai, putusan Hakim Cepi Iskandar telah menodai upaya pemberantasan korupsi di Indonesia, oleh karena itu, kata Bastian, Komisi Yudisial harus segera bertindak.

Lebih lanjut Bastian mengatakan, korupsi selama ini dianggap sebagai kejahatan yang tidak biasa, oleh karena itu dibutuhkan upaya yang luar biasa pula untuk memberantasnya.

Selain itu, kata Bastian, pejabat negara yang berperan dalam upaya pemberantasan korupsi harus juga memiliki niat baik dan sungguh-sungguh menuntaskan kasus kasus korupsi, demi menyelamatkan uang negara dan mencegah agar korupsi tidak terjadi lagi kedepannya.

Menurutnya, jika lembaga kehakiman hanya fokus pada teknis perkara, maka proses peradilan hanya menjadi ajang untuk mencari-cari kelemahan tuntutan.

“Dalam perkara ini, hakim harus subjektif dalam menangani. Hakim harus berpihak kepada negara dan berbuat untuk negara, jangan sampai koruptor kelas kakap malah sengaja dilepaskan dari kasus korupsi dengan alasan yang sifatnya teknis,” ujar Bastian.

Dalam kasus ini, Geprindo pun mempertanyakan kredibilitas Hakim Cepi. Cepi dinilainya harus menyadari siapa itu Setya Novanto dan kasus-kasus apa saja yang pernah menjerat dirinya.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.